Saya setuju dengan pendapat Ibu Mariana. 
  Kalau mau berbicara menganggur, mungkin harus lebih dilihat lagi konteksnya. 
Kalau dikatakan menganggur dilihat dari pekerjaan/kegiatan yang dilakukan, maka 
perempuan Indonesia tidak mungkin sebanyak itu yang menganggur, tapi kalau 
dilihat dari nilai rupiah yang dihasilkan/gaji yang diperoleh barulah bisa 
dibilang tinggi.
  Regards,
  Mary Martinus

 

Kirim email ke