Proyeeeek, proyeeeeeeek.....sudah klasik dan klise. Hal-hal begini ini yang
membuat semua gagasan perbaikan dan pengembangan jadi kandas tak ada hasilnya,
sementara para pimpro-nya dan pejabatnya jadi kaya.
manneke
Edy P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kebanyakan kecelakaan kendaraan darat (bus, truk, mobil, motor, dll)
lebih disebabkan oleh:
1. kesembronoan dan ketidaktaatan pengendara pada aturan yang ada;
2. keteledoran pemilik kendaraan yang tidak melakukan kontrol serta kurang
memperhatikan kondisi kendaraannya;
3. sebagian petugas negara (kalau itu kendaraan angkut ya petugas kir
kendaraan) yang lebih menomor satukan uang suap daripada benar-benar melakukan
holistik check terhadap kondisi kendaraan;
4. kendaraan yang sudah out off date (tidak laik jalan) tapi masih dipaksakan
terlebih di musim-musim kebutuhan akan alat angkut meningkat (seputar liburan
panjang); dll.
Pertanyaannya: MENGAPA SEKARANG YANG DIPERMASALAHKAN ADALAH PINTU DI BAGIAN
SOPIR? Kok konstruksi kendaraan yang harus pertama-tama diubah, MENGAPA BUKAN
MENTALITAS MANUSIANYA (siapapun yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan
umum itu khususnya)???
Inilah kelucuan yang untuk kesekian kalinya muncul pasca adanya kecelakaan yang
berakibat fatal. Itukah jalan pemecahan yang sesungguhnya???
edy pur