Soal Lapindo dengan PLTN maupun pembangunan jalan Tol juga penyeleseian masalah konflik antar partai tentunya tidak bisa dikerjakan secara urut-urutan (sequential) begitu. Semua mestinya dikerjakan secara paralel. Lah kalo masalah negara dikerjakan urut kacang satu-satu yo opo semua "grudugan" ke satu masalah, trus "grudugan" ke masalah berikutnya. Kan ngga gitu,
Pola pengerjaan paralel itu ya sudah umum, kan kehidupan ini juga berjalan paralel. Kalau soal radius pengaruh lumpur Lapindo, aku beri gambaran yang mudah saja begini. Gunung Merapi di utara Jogja merupakan salah satu Gunung api teraktif di dunia. Radius lelehan lahar merapi ini radiusnya hanya sekitar 20-30 Km saja. Itupun memakan proses ribuan tahun. Dalam skala hidup manusia dianggap ngga bakalan brenti deh. Nah Lusi yg merupakan gejala mud volcano + hydrothermal skalanya relatif sangat kecil dibandingkan dengan aktifitas gunung api. Jadi pengaruh Lusi TIDAK AKAN sampai sejauh yg ditakutkan selama ini. Lusi tidak akan berdampak hingga menelan Kota Sidoarjo, apalagi Surabaya. RDP --- In [email protected], "Paulus Tanuri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bagaimana kalau pemerintah konsentrasi dulu selesaikan masalah lumpur > lapindo saja dulu ? > Setelah semburan lumpur itu berhasil dihentikan, lapindo sebagai penanggung > jawab selesai menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawabnya terhadap > pemerintah dan juga rakyat, terutama rakyat yang jadi korban. Dan rencana > untuk pemulihan daerah yang terkena dampak semburan lumpur tersebut mulai > dijalankan, baik itu pemulihan alam maupun pemulihan infrastruktur, baru > kita bicarakan lagi soal pembangunan PLTN. > Selain karena masalah itu memang belum tuntas dan terkatung-katung. Dan > selain sebagai wujud perbaikan tanggung jawab pemerintah atas kehidupan > rakyatnya, juga harus diperhatikan bahwa semburan lumpur dengan volume > begitu besar tentunya akan mempengaruhi struktur bawah tanah di daerah jawa > timur. Dan secara tidak langsung saya kira juga akan mempengaruhi daerah > muria dan sekitarnya itu. > > > Regards, > Paulus T. > > On 7/16/07, reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Mungkin itu lebih baik? > > Janganlah kita mengatasi masalah dengan membuat > > masalah yang lebih besar yang punya potensi untuk > > menjerumuskan bangsa ini yang sudah morat-marit. > > > Salam > > Bu Reni > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
