Pak RDP,
Maksud saya bukan semua permasalahan negara ini harus dikerjakan dan
diselesaikan secara urut-urutan (sequential). Tapi khusus untuk PLTN dan
Bencana Lumpur Lapindo saja.( saya rekan-rekan sudah sepakat untuk tidak
menggunakan istilah LUSI , karena bencana lumpur itu karena keteledoran atau
saya bisa katakan akibat keputusan yang sangat tidak bijaksana demi
penghematan yang tidak seberapa dan inilah yang kita takutkan akan terjadi
pada PLTN nantinya )
Mengapa menurut saya harus berurutan khusus untuk 2 hal itu ? karena kalau
masalah lumpur yang bentuk fisiknya saja tidak ada yang mampu menghentikan,
bagaimana kami (yang masih belum yakin dengan kemampuan para pakar baik
pakar nuklir maupun pakar lain yang akan terlibat ) bisa percaya kalau nanti
ada bencana dari PLTN, maka akan sanggup ditangani ?
Karena pada kasus lumpur ini, terlihat pemerintah dan pihak lapindo seakan
sudah tidak sanggup mengatasi lagi. Dan yang jadi korban adalah rakyat
kecil. Jadi sebelum mulai ngomongin PLTN, coba kasih bukti dulu pada kami,
masalah lumpur itu tolong diselesaikan dulu.
Bila masalah lumpur saja belum sanggup ditangani, jangan bicara teknologi
yang akan berpotensi menimbulkan bencana yang jauh lebih besar.

Dan ini kita baru bicara mengenai potensi bencana dan kemampuan
penanganannya, saya belum ingin melihat kepada topik bahan baku, pengolahan
dan lain sebagainya.

Dan bagaimana jawaban Pak RDP mengenai pertanyaan saya akan kebenaran
artikel yang Bapak posting, yang katanya tulisan Ma'rufin ? mengenai
10.000hari pasca bencana chernobyl ?
Saya kok merasa pihak yang pro dengan PLTN terus saja mempropagandakan
keamanan PLTN dan dalam prosesnya seakan-akan menganggap semua rakyat
Indonesia ini bisa dibodohi begitu saja.
Maaf ya pak RDP saya gak tujukan pada Bapak loh.


Regards,
Paulus T.


On 7/16/07, Rovicky <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Soal Lapindo dengan PLTN maupun pembangunan jalan Tol juga
> penyeleseian masalah konflik antar partai tentunya tidak bisa
> dikerjakan secara urut-urutan (sequential) begitu. Semua mestinya
> dikerjakan secara paralel.
> Lah kalo masalah negara dikerjakan urut kacang satu-satu yo opo semua
> "grudugan" ke satu masalah, trus "grudugan" ke masalah berikutnya. Kan
> ngga gitu,
>
> Pola pengerjaan paralel itu ya sudah umum, kan kehidupan ini juga
> berjalan paralel.
>
> Kalau soal radius pengaruh lumpur Lapindo, aku beri gambaran yang
> mudah saja begini. Gunung Merapi di utara Jogja merupakan salah satu
> Gunung api teraktif di dunia. Radius lelehan lahar merapi ini
> radiusnya hanya sekitar 20-30 Km saja. Itupun memakan proses ribuan
> tahun. Dalam skala hidup manusia dianggap ngga bakalan brenti deh. Nah
> Lusi yg merupakan gejala mud volcano + hydrothermal skalanya relatif
> sangat kecil dibandingkan dengan aktifitas gunung api.
>
> Jadi pengaruh Lusi TIDAK AKAN sampai sejauh yg ditakutkan selama ini.
> Lusi tidak akan berdampak hingga menelan Kota Sidoarjo, apalagi Surabaya.
>
> RDP

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke