Supaya logika nyambung.

Memang semua punya pangsa pasar sendiri. Tapi kalau semua bisa dibeli
di hipermarket dengan harga yg MURAH dan tempat yang NYAMAN, lama2
pelanggan pasar tradisional mulai berpikir demi EFISIENSI dan
EFEKTIVITAS lebih baik dan lebih enak belanja di hipermarket.

Itulah kenapa PENTINGNYA hipermarket DIATUR dan DIBATASI! 

Yg saya tangkap dari tulisannya Pak Haniwar juga begitu, bukan
maksudnya melarang hipermarket sama sekali. Tapi dibatasi dan diatur
secara ketat agar menciptakan persaingan usaha yg adil dan tidak
merusak pangsa pasar pasar tradisional.

Modusnya kan sekarang "bakar" gedung pasar tradisional, lalu gusur
dengan hipermarket baru. Lalu sudah bisa ditebak kan arahnya kemana?
Ini seperti kasus yg di Blok M.

p

--- In [email protected], "pepeng" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> salam
> menurut saya..maap..ini menurut saya pribadi...maap,..ini pribadi..bukan
> atas nama partai lho....
> pasar tradisional dan pasar non tradisional sudah punya pangsa pasar
> sendiri2...
> sudah punya milist/perkumpulan / atau orang2 yg tertarik dgn hal2 yg di
> tawarkan di pasar itu....
> 
> klo mau cari abu buat gosok panci..ya ke pasar tradisional...
> kalo mau cari Kentang siap goreng ya di pasar modern...
> gitu kok repot....
> 
> 
> salam
> 
> pepeng
> 
> *bukan anggota partai apapun,saat ini *

Kirim email ke