Buat mas Sohin.. tulisan saya menanggapi tulisan Mas Anton bisa jd jawaban mengapa konsumen jgn mau yg murah aja.. Mending benar murah.... , kata ornag ada beberapa yg murah yg disebut strategi "loss leader " yg jumlahnya juga dikit/terbatas... , cuma kemampuan mrk merusak otak konsumen nggak berwawasan itu yg bahaya..
Nggak ngerti , bhw ketidak seimbangan kekuatan .dgn peretail asing akhirnya akan menghancurkan seluruh sendi perekonomian kita ,. yg akhirnya menjadikan kita benar benar kuli... Bayangkan kita bangga jadi pegawai asing , atau kuli lokal,, dibanding memberi kemudahan bg para pengusaha kita... Salam Haniwar At 10:13 AM 08-12-07, you wrote: >kapital asing sama kapital/konglo indo sama saja. >yang satu buaya yang satu harimau. >dulu buaya supermarket utk menghidari buaya lain, teriak2 izin >supermarket harus dibatasi alasan nya melindungi pasar tradisonal. >juru teriaknya orang2 seperti haniwar ini. >sekarang ini buaya juga keblingasatan karena raja buaya sudah lengser >keprabon dan masuk harimau. >lagu lama diputar oleh ini buaya bahwa hipermarket asing harus >dibatasi demi pasar tradsional. >bagi konsumen biar saja banyak supermarket mau buaya atau harimau , >hipermarket/supermarket yg service nya jelek, yg suka naikin harga >biar ditinggal pembeli. >kalau dibatasi yah mereka ini seenaknya dewek, kayak busway monopoli >di jalanan. > >sohib
