--- In [email protected], Budiman Sudjatmiko 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Tadinya saya mengira FPK adalah forum di mana para pesertanya 
memang orang yang benar2 well-informed (apalagi berani 
mendeklarasikan sebagai forum pembaca salah satu surat kabar yang 
berkualitas dan berpengaruh di Indonesia).
-----------
sangat naif mengatakan orang kurang well informed hanya karena 
berbeda pendapat.

 >Tapi saya ihat sejumlah posting menunjukkan ada sejumlah members 
yang tidak cukup mengikuti perkembangan. Misal: tidak tahu ukuran 
berhasil atau tidaknya sebuah partai (ini menunjukkan sejumlah orang 
tdk mengikuti berita ttg survey dr berbagai lembaga survey 
independen yang kredibel dan banyak menghiasa surat kabar)
------------

pemikiran yg sangat sederhana atau kalau bisa dikatakan pemalas jika 
hanya mengambil suatu kesimpulan hanya menelan bulat2 hasil suatu 
survey atau penelitian suatu lembaga. banyak hasil2 survey yg tidak 
sesuai dgn faktanya, contohnya pada pra pemilu lembaga survey 
menyatakan amien rais paling populer diantara kandidat, faktanya kok 
hasilnya jeblok. tidak ada lembaga yg kebal intervensi di negara 
ini. 

, >tidak atahu apa itu tolok ukur kinerja sebuah pemerintahan (ttg 
indikator ekonomi, pengurangan kemiskinan dan sebagainya).
 Nah, hal-hal yang sebenarnya elementer ini, seringkali tdk 
dijadikan acuan, sehingga yang sesekali muncul adalah demagogi, 
retorika, dan sinisme yang tdk didasari argumentasi.
----------------

sangat gegabah menilai suatu indikasi keberhasilan hanya dari angka2 
suatu statistik.  apa sulitnya menulis suatu angka, rakyat tidak 
makan angka2 tetapi memakan nasi. 
bagaimana melihat  kinerja mega dalam angka2 thd penegakan 
pelanggaran ham.  kasus munir terjadi pada masa mega dan mega tidak 
mengambil tindakan apa2.
di mana mencari indikasi ini dalam angka2 ? 

> Kita bisa berbeda pendapat bahkan beda ideologi, entah itu 
kapitalisme, liberalisme, fasisme, nasiononalisme atau 
sosialisme...tapi sinisme bukanlah ideologi.
> Itu lebih mirip seoran anak kecil yang berdiri di pinggir jalan, 
ikut menyaksikan arak-arakan...tapi bukan mengapresiasi arak-arakan 
yang menarik atau memberi kritik jika arak-arakannya kacau 
balau...yang dilakukannya hanyalah melempar kulit pisang ke jalan 
yang dilintasi� arak-arakan.
> �Ini sebagai pengantar, setelah itu akan saya jawab sejumlah 
pertanyaan yang muncul. Terimakasih
> wassalam
>> Budiman Sudjatmiko
> =================

ok budiman, jika nanti anda sukses masuk lembaga dpr dan anda ikut 
arak2an dalam barisan al amin, yusuf faisal, siap2 saja anda juga 
akan dilempari kulit pisang juga. seperti rizal saya juga meragukan 
kemampuan anda, anda hanya bisa berwacana, ber teori saja seperti 
sby. 


sohib



Kirim email ke