begini lho..

Pak Harto betul dgn Tapos krn dia lakukan pembibitan.. tapi skalanya 
ya terlalu kecil..

Usul saya ...

kita memang harus bikin peternakan lengkap dgn pembibitan.. bukan 
penggemukan, jua harus di buat lahan tanaman rumput yg bagus utk 
pakannya , juga harus di buat pelabuhan dan prasarana lainnya 
didaerah peternakan..

untuk itu perlu dana gede...


nah  disini ,,triknya

Kalau misal daging dr India atau Brazil hanya berharga 1/3 
dr  Australia, mending juga beli  dr sana dgb di pajakai 100 persen 
atau 1/3   dr harga daging kita sekarang. Pajaknya ini akumulasinya 
gede.., dan bisa di jadikan modal utk petrenakan.


Nah rakyat sendiri akan bisa mengkonsumsi  daging saai seharga 2/3 dr sekarang.

Ilustrasi angkanya gini, misal , hrg sekarang 60 rb,  dr negara lain 
20 rb..,maka di pajaki 20 rb, shg konsumen beli Rp.40 rb  , sedang 
pajak 20 rb di teruskan ke dunia peternakan.Disamping negara 
[engekspor kita minta juga invesatai membangun peternakan disini..



Soal  menghilangkan resiko.., yg kita impor ya harus daging yg bebas 
penyakit...dan itu dimungkinkan dgn cara yg  kini di gagas oleh 
Mentan yg sesuai dgn protokol dr organisasi kesehetan hewan dunia 9 OIE)

Masih ada satu kemungkinan lagi, kita bagi negara kita jadi dua 
area..., yg satu area peternakan ( Sulawesi, Musa Tenggara dan Irian 
) , diman akita bangun peternakan disana dgn dana yg terkumpul dr bea 
masuk, plus apbn  lain, plus  kita minta  negara eksportir  juga 
melakukan investasi disitu selain mengekspor daging sapinya.. 
Diiwilayah ini  produk sapi dr negara lain nggak boleh masuk... , shg 
100 persen aman...


Lalu wilayah  lain , jawa, Bali , Sumatra , menjadi daerah non 
peternakan, dimana daging sapi yg harganya kompetitif dan memeniuhi 
syarat halal aman dan sehat boleh masuk, shg konsumen bisa beli 
daging relatip murah, dan dr pajak bea mausknya dpt terkumpul dana 
utk  membangun dunia peternakan.

Selama 10 tahun.. daerah peternakan mengkonsentrasi mengkembakan 
peternakannya.., lalu sesudha itu perlahan lahan empor dikurangi krn 
daerah peternakan kita sudhamulai menghaislkan.


Kalau dgn penggemukan.. itu mah sama juga menghidupkan peternak 
australi... , peternakan kita tak akan pernah berkembang...

HS

At 12:59 PM 03-10-08, you wrote:


>membaca tulisan haniwar membuat saya bingung.
>katanya mau memberikan solusi, tetapi solusi yg bagaimana.
>apa tidak setuju monopoli impor daging ?
>kalau tidak setuju monopoli nya, apa setuju bebas impor sapi dgn
>segala resiko nya.
>tidak setuju dgn sistem penggemukan.
>jadi setujunya impor induk sapi terus dikembangkan seperti tapos nya
>pak harto ?
>pak harto ini menurut istilah budiman sudjatmiko adalah aliran kiri,
>yaitu campur tangan pemerintah thd pengembangan peternakan sapi.
>sapi2 impor dikembangkan di tapos kemudian dibagikan dgn label sapi
>banpres. peternak yg diberi bantuan induk nanti harus mengembalikan
>lagi utk diberikan kepada peternak lain. ide ini kalau berjalan dgn
>baik tentu bagus seperti ide multi level atau arisan berantai.
>mengenai kelanjutan sapi banpres tidak tahu lagi, mungkin haniwar
>tahu bagaiman nasibnya setelah tidak ada pak harto.
>atau ada perusahaan yg mau meneruskan ide sosialisme kiri pak harto
>ini ?
>
>sohib

Kirim email ke