kalau menurut bu menteri keuangan, ya logika keuangan negara itu
setiap pos pemasukan langsung masuk ke kolom pemasukan. tidak bisa
dikuntit bahwa itu adalah pemasukan darimana dan duitnya harus untuk
hal yg senada. jadi kalaupun nanti ada pajak 20ribu perkg daging sapi
ya dianggap itu pemasukan negara. gak bisa harus difokuskan ke sapi.

hal seperti ini pernah disampaikan ketika masalah subsidi BBM
dipertanyakan. semua pemasukan dari sektor migas langsung masuk ke
negara. jadi bepapapun duit yg dikeluarkan untuk menutup kekurangan
harga BBM tetap disebut sbg subsidi. meskipun itu dana dari hasil
penjualan ekspor BBM juga.

kasus serupa juga pernah dialamai kantor saya. ketika kita dapat
kontrak dg swasta, mekanisme yg dipakai adalah PNPB (penerimaan negara
bukan pajak). duit kontrak masuk ke kas negara. sementara di item
kontrak ada kalususl sekian rupiah untuk beli sekian biji mobil
operasional yg mendukung mobilitas di lapangan terkait pekerjaan
kontrak. celakanya, pembelian mobil termasuk anggaran yang
"dibintangi" alias belum bisa dicairkan sampai menunggu perubahan
ekonomi negara terkait pemotongan (pembintangan) anggaran pemerintah.
nah... akhirnya pihak swasta yg memberikan duit menanyakan: lha
mobilnya mana kok belum dibeli? nah cilaka ini....

jadi kira2 begitu gambarannya pak haniwar. nanti duit 20rb kali jutaan
kg daging yg diimpor juga sulit dikhususkan penggunaannya untuk
pengembangan sektor peternakan.

--- In [email protected], Haniwar Syarif
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> soalmekanisme ini ..ya harus di bahaas sendiri..
>
>
> yg saya dengar Malaysia melakukan mekanisme spt ini.. jadi ya
pelajari aja.
>
> Prinsipnya ... kita tidkanbis amemproteksi  sesuatiu secara terus
> teruas..logikanya   bea mausk yg di berikan utk proteksi ..seharusnya
> di gunakan utk memajukan bidnagyg di proteksi shg suatu hari
> proteksinya bisa dilepas .
>
> nah ..caranbya dana dr bea mausk itu ya utk membangun bidnag yg di
> proteksi itu.
>
>
> Jangan lari ke APBN lalu masuk kanttong koruptor.. dan dunia
> pertanian kita tetap gak efisien.
>
>
> HS

Kirim email ke