sebenarnya saya tahu itu...
tapi aturan kan di buatmanusia..

dan sy dengar  di Mlaysia melakukan hal yg saya sbeut itu,


lalu  sy pernah dengar ..MenKeu bilang .. ttg sistim  "tag ear ", yg 
saya nangkapnya seperri sapi yg bisa ditelusuri  asal usulnya dr tag 
ear ini.., maka pajak juga kalau mau bisa diikuti dr masuknya sampai 
pemakaiannya.

aniwei.. , kalau mau jalan susah ..., ya masuk ..lalu nilai yg sama 
di ajukan utk keluar.. melaui pengajuan anggaran buiasa.

kalau  mau jalan lenih susahlagi..ya tinggal ganti/sesuaiakan 
aturan.. yg konon di beberapa negar abisa dilakukan.


Kata Napoleon..." tidka bisa hanya ada pad akamus oranggila "..jadi 
mestinya  ya bisa.kalau pejabat negara kita belkum gila..

ada stau lagi dijaman Eyang, yaitu dana reboisasi hutan, yg dikutip 
dr yg dpt HPH utk mereboisasi hutan. Sayangnya jaman eyang duit yg 
sudah terkumpul ( ternyata bisa ya )   malah dipakai uyk membangun 
IPTN nya Habbie..  ..Nyasar  kaleee..

HS

At 09:12 PM 04-10-08, you wrote:

>kalau menurut bu menteri keuangan, ya logika keuangan negara itu
>setiap pos pemasukan langsung masuk ke kolom pemasukan. tidak bisa
>dikuntit bahwa itu adalah pemasukan darimana dan duitnya harus untuk
>hal yg senada. jadi kalaupun nanti ada pajak 20ribu perkg daging sapi
>ya dianggap itu pemasukan negara. gak bisa harus difokuskan ke sapi.
>
>hal seperti ini pernah disampaikan ketika masalah subsidi BBM
>dipertanyakan. semua pemasukan dari sektor migas langsung masuk ke
>negara. jadi bepapapun duit yg dikeluarkan untuk menutup kekurangan
>harga BBM tetap disebut sbg subsidi. meskipun itu dana dari hasil
>penjualan ekspor BBM juga.
>
>kasus serupa juga pernah dialamai kantor saya. ketika kita dapat
>kontrak dg swasta, mekanisme yg dipakai adalah PNPB (penerimaan negara
>bukan pajak). duit kontrak masuk ke kas negara. sementara di item
>kontrak ada kalususl sekian rupiah untuk beli sekian biji mobil
>operasional yg mendukung mobilitas di lapangan terkait pekerjaan
>kontrak. celakanya, pembelian mobil termasuk anggaran yang
>"dibintangi" alias belum bisa dicairkan sampai menunggu perubahan
>ekonomi negara terkait pemotongan (pembintangan) anggaran pemerintah.
>nah... akhirnya pihak swasta yg memberikan duit menanyakan: lha
>mobilnya mana kok belum dibeli? nah cilaka ini....
>
>jadi kira2 begitu gambarannya pak haniwar. nanti duit 20rb kali jutaan
>kg daging yg diimpor juga sulit dikhususkan penggunaannya untuk
>pengembangan sektor peternakan.

Kirim email ke