Sistem ini akan bekerja dengan baik jika yang berlaku adalah sekolah bersistem distrik. Tapi agar sistem distrik bisa menarik dan tak sia-sia, mutu sekolah di wilayah manapun harus standar (kecuali kalo yang mau ke sekolah swasta). Persoalannya, kedua hal dasar ini tidak eksis di DKI dan tak pernah diupayakan secara serius. Ujug-ujug langsung mau suruh semua anak sekolah masuk jam 6.30. Ini aturan kalap dan idiot. manneke
--- On Mon, 12/1/08, A McK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: A McK <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Solusi Kemacetan DKI, Gubernur Jalan Kaki Dulu Dong To: [email protected] Received: Monday, December 1, 2008, 6:52 AM Di sini (saya tinggal di US) anak2 sekolah masuk sekolah dibagi 3 gelombang. Yg paling pagi anak2 High School (grade 9-12) kalau naik school bus mulai dijemput bis jam 6:15, masuk sekolah jam 7 kurang. Kemudian anak2 Middle School (grade 6-8) mulai dijemput jam 7:15, masuk sekolah jam 8 kurang. Belakangan anak2 Elementary School (Kindergarten- 5) dijemput jam 8:15, masuk jam 9 kurang. Bukan cuma berangkatnya, pulangnya juga bertahap, High School pulang jam 1:30, kecuali kalau ada extra curriculer. Middle School 2:30 Elementary jam 3:30 Saya kira mungkin kita bisa mencoba sistem spt ini. Selain diharap di Jakarta terutama bisa mengurangi kemacetan, juga bisa mengurangi masalah kurang tidur, gangguan emosional dan bullying dari anak2, terutama yg kecil2 yg masih butuh 10-11 jam tidur sehari. Saya cenderung setuju untuk masalah transportasi publik yg memadai. Kalau transportasinya bisa diandalkan dan aman, saya waktu di Jakarta juga mendingan naik kendaraan umum. Ga repot nyari parkir dan ngga stress. Nyampe di tujuan malah muring2 ga karuan. Tinggal naik, bayar, duduk, nyampe. Mata ga pake lirak-lirik takut copet, jambret dan preman. Cheers, Noni
