Setuju, jangan cuma memperpanjang jam kemacetan, kalau mau sih kapan bisa menyediakan rumah/tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi mereka semua yang bekerja di segi-tiga emas disekitar situ juga...artinya deket2 situlah atau sekitar situ. Konsep 1-3-6 juga perlu diterapkan di Menteng bukan??? Jadi kalau ada OB yg kerja di Jl. Thamrin ya tempat tinggalnya bisa disekitar Menteng kan, demikian juga kalau dia sudah berkeluarga, maka anaknya juga bisa sekolah di sekitar Menteng khan? Dan satu keluarga bisa jalan kaki sehari-hari baik ke tempat kerja, ke sekolah, belanja atau rekreasi.... Salam Kukuh
--- On Mon, 12/1/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Solusi Kemacetan DKI, Gubernur Jalan Kaki Dulu Dong To: [email protected] Date: Monday, December 1, 2008, 10:32 AM Betul, terima kasih Bung Emir sudah meluruskan yang bengkok-bengkok dalam alur diskusi ini. Saya sepakat, ini bukan soal memajukan atau memundurkan jam masuk anak sekolah atau pegawai, tapi soal manajemen lalu-lintas di DKI. manneke --- On Sun, 11/30/08, Emir Chairullah <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Emir Chairullah <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Solusi Kemacetan DKI, Gubernur Jalan Kaki Dulu Dong To: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com Received: Sunday, November 30, 2008, 7:58 PM Yang mengherankan dari usulan mengubah jam kerja ini adalah apa sih persoalan utamanya. Masalahnya kan di kemacetan yakni jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Lantas kenapa bukan volume kendaraannya yang dikurangi termasuk menghilangkan vorrijder Gubernur DKI dan wagubnya yang menambah kemacetan di ibukota ini . Memang salah apa anak sekolah atau PNS atau karyawan membawa mobil pribadi. Tidak ada larangannya kok. Kalau mengurangi kemacetan, ya kurangi jumlah kendaraannya. Siapkan transportasi publik yang memadai. Contoh busway di koridor VII hingga X yang terlunta-lunta karena buruknya perencanaan dari orang yang katanya AHLI membenahi ibukota RI ini segera dioperasikan. Bukannya justru menambah jam kemacetan dengan memajukan jam masuk anak sekolah atau PNS. Gubernur sih gampang sampai ke kantor. Rumah di Menteng, kantor hanya berjarak 1 km dari rumahnya dengan naik mobil. Itu pun ditambah mobil pengawal yang justru menambah populasi mobil di Jakarta. Padahal, kalau mau nih, pakai sepeda aja. Atau jalan kaki misalnya. Kecuali kalau mau berkunjung ke pelosok ibukota seperti Cengkareng atau Marunda. Jadi intinya, jangan mengorbankan masyarakat yang sudah susah payah memilihnya kalau dirinya juga tak mau berkorban. Jangan sebut masyarakat yang mengkritik egois atau telat mikir. Masyarakat juga ada yang belajar dan melihat sistem transportasi di negara lain. Jangan membuat kebijakan justru melompat-lompat dan nggak jelas dampaknya. Sekali lagi ini hanya diskusi... Salam Emir ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot with the All-new Yahoo! Mail. Click on Options in Mail and switch to New Mail today or register for free at http://mail. yahoo.ca [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
