Ini contoh pendapat seorang yang egois. Kalo perubahan jam menyangkut anak sekolah, dia sama sekali tak ambil pusing, tapi begitu menyangkut kepentingannya sendiri, keluarlah 1001 macam dalih. � Anda pikir semua anak sekolah di DKI itu tinggal di wilayah DKI? Sejak kapan PNS jadi warganegara istimewa yang bahkan harus diutamakan di atas anak sekolah? � Oooo, jadi karena Islam mayoritas, maka semua aturan dan kebijakan haruslah menguntungkan pihak mayoritas? Makin keliatan aja nih egoisnya. Saran saya nih, kalo nggak mau repot-repot bangun pagi sholat lalu mesti menunggu lama sebelum berangkat sekolah, ya jangan sholat atau jangan sekolah. Tapi jangan paksa yang bukan seagama denganmu harus ikut-ikutan kebiasaanmu beragama, tak peduli meski kaummu adalah mayoritas di negeri ini. Negeri ini tidak didirikan di atas persentase pembagian saham, Bung! � manneke
--- On Wed, 11/26/08, Joko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Joko <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kalau PNS masuk jam 06.30 wib To: [email protected] Received: Wednesday, November 26, 2008, 11:12 AM Jangan pernah mengira kalo semua PNS DKI tinggal di DKI, krn banyak dari mereka yang tinggal jauh di luar wilayah DKI, sehingga ada guyonan mereka itu termasuk 'angkatan 45', berangkat jam empat, pulangnya jam lima. Kalo dimundurkan rasanya lebih masuk akal, toh pada kenyataannya mereka baru bekerja setelah jam 8 .. :)) Jam masuk sekolah di DKI dimajukan 30 menit saya kira langkah yang cukup arif. Bahkan saya sangat setuju apabila aturan ini diberlakukan secara nasional. Selama ini anak2 yang beragama Islam (yang tentunya mayoritas), setelah sholat subuh dan sarapan pagi, masih menunggu cukup lama. Bahkan tidak jarang setelah sholat mereka nyempetin tidur lagi sebelum sarapan dan berangkat ke sekolah. salam, joko ps. pada masa saya sekolah dulu, beberapa bulan menjelang ujian, guru menambah jam pelajaran ektra selama 30 menit sebelum jam masuk sekolah.
