Saya waktu SMA tahun 98 secara peraturan masuk pukul 6.45 dengan toleransi
tutup gerbang 15 menit. tetapi tentu saja untuk bisa mengikuti pelajaran
pertama dengan baik ya harus sampai sekolah sebelum pukul 6.45. Memang tidak
ada masalah sebenarnya. Tetapi sialnya peraturan yang sekarang kan berdasar
ASUMSI UNTUK MENGURANGI KEMACETAN, bukan dengan niat dasar untuk memajukan
kualitas pendidikan. Jadi hentikanlah segala macam cerocosan tentang nilai
positif yang bisa diambil karena anak dipaksa bangun lebih pagi.
Kalaupun mau menyasar anak sekolah sebagai salah satu biang kemacetan, akan
lebih baik (IMO) untuk menerapkan langkah2 berikut:
1. Melarang anak sekolah untuk membawa mobil pribadi, yang kemudian diparkir
di pinggir jalan sekolahnya karena di sekolah tidak tersedia lahan parkir
untuk siswa.
2. Melarang orangtua dengan mobil pribadinya menunggui anaknya disekolah
dengan akibat yang sama, rame2 memarkir mobilnya di pinggir jalan sekitar
sekolah yang bisa memakan 2 bahkan 3 baris.
3. Untuk lebih ekstremnya bahkan melarang anak untuk diantar atau membawa
mobil pribadi, dengan solusi sediakan bus sekolah yang memadai dan memang
dikhususkan untuk anak sekolah. Sediakan pool2 bis sekolah di empat penjuru
perbatasan jakarta untuk mereka2 yang tinggal diluar jakarta.


2009/1/7 NA NA <[email protected]>

>   Teringat di tahun 1964, saya sudah masuk sekolah SMP di Bandung pada jam
> 06:30 dan tidak masalah. Bedanya, saat tsb suasana kota masih asri dan
> belum terlalu banyak kendaraan dan kendaraan umum. Mengayuh sepeda di pagi
> hari, dan kadang terkena embun pagi.
>
> Namun di tahun 2006, saya merasakan kemacetan di mana2 di kota Bandung
> ataupun di Jakarta, terutama pada jam2 sibuk. Jarak tempuh, yang sebenarnya
> bisa ditempuh 15 menit, bisa menjadi 1 jam.
>
> Lily

Kirim email ke