Capek emang diskusi dng harya. muter2 nggak karuan, tapi pertanyaan paling
sederhana saja nggak bisa dijawab: Kenapa anak sekolah yg harus dimajukan
jamnya? dan nanti pernyataan dia arahkan ke hal pribadi yang menjurus ke
narsis, sekolah di mana sih? pernah nggak baca literatur ttg transportasi? dan
menganggap semua aktivitas manusia bisa dituangkan dalam angka2. sepertinya
egonya menghalangi dia untuk berpikir jernih (hmmm... sebetulnya saya sangat
sering menghadapi org spt dia ini, tapi tetap saja menyebalkan).
rini
From: Emir Chairullah <emir...@yahoo. com>
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah
To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com
Received: Wednesday, December 31, 2008, 9:55 PM
Bung Harya, saya lama2 bingung juga dengan anda. Anda sudah tahu
persoalan kemacetan ini sebagian besar karena apa. Tapi yang
mengherankan, lagi-lagi anda menawarkan solusi awalnya memajukan jam
sekolah (atau anda setuju dengan ide gila ini).
Anda bilang angkutan umum harus diperbaiki, kenyataannya usahanya
belum terlihat signifikan kan. Kenapa nggak dioptimalkan dulu? Kan
anda bilang busway merupakan alternatif untuk mengurangi kemacetan.
Terus kenapa nggak kita dorong Pemprov untuk mempercepat koridor bus
way yang belum jalan?
Ingat Bung, fasilitas itu sudah lebih dari setahun nggak juga
beroperasi. Dan itu karena KESALAHAN PEMPROV DKI JAKARTA sendiri.
Terus kenapa Pemprov tetap malah memilih memajukan jam sekolah dan
bukan memercepat penyelesaian koridor busway-nya? Bung sendiri sepakat
kan kalau bikin kebijakan jangan sepotong-sepotong.
Terus anda kan setuju dengan membenahi penyebab kemacetan lain yaitu
angkot ngetem. Dan salah satu penyebabnya adalah oknum (petugas resmi)
dan preman yang mem-pungli sehingga membiarkan supir angkot ngetem dan
menyempitkan lajur jalan. Kenapa ini tidak dibenahi dulu. Menurut saya
ini masalah birokrasi yang korup. Jadi benahi dulu birokrasinya.
Dua hal itu saja sudah cukup menjadi alasan kenapa saya dan mungkin
ribuan masyarakat Jabodetabek lainnya menolak memajukan jam sekolah.
Sebab birokrasi ingin mengorbankan masyarakatnya (dalam hal ini anak
sekolah) untuk pergi lebih pagi dengan alasan mengurangi kemacetan
yang justru timbul karena buruknya birokrasi. Jangan masyarakat lagi
yang dikorbankan dengan kebijakan yang belum terbukti efektivitasnya.
Ingat Bung Harya, ini persoalan kebijakan publik bukan masalah teknis
semata. Tampaknya saya sudah lelah dengan diskusi yang tidak maju-maju
ini. Capek deh.
Emir Chairullah
[Non-text portions of this message have been removed]