Itu kekacauan cara pikir para pakar hukum dan pemerintahan. Mestinya tak perlu 
ada Depag dan KUA. Istilah kantor catatan sipil juga tdk pas karena orang 
militer nonmuslim perkawinannya jg dicatat di kantor catatan sipil, bukan 
kantor catatan militer.





arya wijaya wrote:
>             mengapa kalo org islam menikah dicatat di kantor urusan agama 
> sednagkan yg nonmuslim di kantor catatan sipil? apakah ini berarti hanya 
> islam yg diakui sbg agama? kenapa tidak diberi nama saja kantor urusan agama 
> islam, kantor urusan agama kristen, kantor urusan agama katolik, kantor 
> urusan agama hindu, kantor urusan agama buddha, dan akntor urusan agama kong 
> hu chu?????????
> permisi...
> arya, kaltim

Kirim email ke