Saya coba ambil yang positif dari pidato SBY.  Tergantung sudut pandang kita, 
mungkin saja omongan dia yang lain bisa dipersepsi negatif.  Selamat merenung, 
bung!
"Saya merespons sebagai berikut, bahwa kita tidak boleh main
tuding dan main duga begitu saja. Semua teori dan spekulasi harus bisa
dibuktikan secara hukum. Negara kita adalah negara hukum dan demokrasi,
norma hukum dan demokrasi harus kita tegakkan. Bila seseorang bisa
dibuktikan secara hukum baru bisa dibuktikan yang bersangkutan bersalah."



--- In [email protected], Adyanto Aditomo 
<adyantoadit...@...> wrote:
>
> Bung Ahmad Jauzi,
>
> Dalam keadaan genting, SBY masih saja berperilaku kekanak - kanakan, yaitu 
> mengadu ke masyarakat kalau dia itu keselamatan dan kedudukannya sebagai 
> Presiden sedang terancam.
> Memalukan sekali.
> Seharusnya SBY sebagai Presiden, yang juga berarti membawahi unit intelijen 
> dan aparat keamanan, tidak menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat, 
> apa lagi soal ancaman keamanan yang dia terima itu dari sumber Intelijen 
> Negara.
> Kalau laporan dari aparat Intelijen Negara itu memang benar akurat, tahu 
> siapa orangnya, dari kelompok mana, sedang berada dimana, kekuatannya 
> seberapa, ya langsung serbu saja. Tangkap semua pihak yang memang mau 
> mengacaukan republik ini.
> Jadi gak perlu mengadu ke masyarakat segala.
> Masyarakat kan gak punya otoritas dan juga kemampuan untuk mencegah hal 
> tersebut.
> Laporan SBY ke masyarakat hanya akan membuat masyarakat gelisah melihat SBY 
> dan aparat keamanan kelihatannya tidak mampu menangani kekacauan yang terjadi.
> Masyarakat akan berfikir: Setelah meledaknya Bom di Hotel JW Mariot dan Ritze 
> Calton, besok dimana lagi?
> Lha kalau Presiden dan aparat keamanan saja juga bingung, padahal informasi 
> yang sangat terperinci sudah diberikan oleh Pihak Intelijen Negra, lantas 
> rakyat disurah apa lagi ???
> Disuruh siskamling atau apa ???
> Gak jelas maksud SBY menyampaikan hal itu.
> Kalau SBY cuma berharap mendapat simpati dari masyarakat kalau dia sedang 
> teraniaya, lha itu kan sudah dia dapatkan dengan perolehan suara lebih dari 
> 60 % di Piklpres 2009.
> Apa itu masih belum cukup???
>
> Punya presiden kok ya kebangetan begini sih????
>
> Salam,
>
> Adyanto Aditomo

Kirim email ke