Bukan humor, tetapi hasil intelejen.
Tidak ada yang bingung, sejak Mei sudah silakukan penangkapan2, tetapi maling 
lebih pintar.
Ada yang bersorak atas kejadian ini.



--- In [email protected], Adyanto Aditomo 
<adyantoadit...@...> wrote:
>
> Bung Ahmad Jauzi,
>
> Dalam keadaan genting, SBY masih saja berperilaku kekanak - kanakan, yaitu 
> mengadu ke masyarakat kalau dia itu keselamatan dan kedudukannya sebagai 
> Presiden sedang terancam.
> Memalukan sekali.
> Seharusnya SBY sebagai Presiden, yang juga berarti membawahi unit intelijen 
> dan aparat keamanan, tidak menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat, 
> apa lagi soal ancaman keamanan yang dia terima itu dari sumber Intelijen 
> Negara.
> Kalau laporan dari aparat Intelijen Negara itu memang benar akurat, tahu 
> siapa orangnya, dari kelompok mana, sedang berada dimana, kekuatannya 
> seberapa, ya langsung serbu saja. Tangkap semua pihak yang memang mau 
> mengacaukan republik ini.
> Jadi gak perlu mengadu ke masyarakat segala.
> Masyarakat kan gak punya otoritas dan juga kemampuan untuk mencegah hal 
> tersebut.
> Laporan SBY ke masyarakat hanya akan membuat masyarakat gelisah melihat SBY 
> dan aparat keamanan kelihatannya tidak mampu menangani kekacauan yang terjadi.
> Masyarakat akan berfikir: Setelah meledaknya Bom di Hotel JW Mariot dan Ritze 
> Calton, besok dimana lagi?
> Lha kalau Presiden dan aparat keamanan saja juga bingung, padahal informasi 
> yang sangat terperinci sudah diberikan oleh Pihak Intelijen Negra, lantas 
> rakyat disurah apa lagi ???
> Disuruh siskamling atau apa ???
> Gak jelas maksud SBY menyampaikan hal itu.
> Kalau SBY cuma berharap mendapat simpati dari masyarakat kalau dia sedang 
> teraniaya, lha itu kan sudah dia dapatkan dengan perolehan suara lebih dari 
> 60 % di Piklpres 2009.
> Apa itu masih belum cukup???
>
> Punya presiden kok ya kebangetan begini sih????
>
> Salam,
>
> Adyanto Aditomo

Kirim email ke