Bung Ahmad Jauzi,

Dalam keadaan genting, SBY masih saja berperilaku kekanak - kanakan, yaitu 
mengadu ke masyarakat kalau dia itu keselamatan dan kedudukannya sebagai 
Presiden sedang terancam.
Memalukan sekali.
Seharusnya SBY sebagai Presiden, yang juga berarti membawahi unit intelijen dan 
aparat keamanan, tidak menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat, apa 
lagi soal ancaman keamanan yang dia terima itu dari sumber Intelijen Negara.
Kalau laporan dari aparat Intelijen Negara itu memang benar akurat, tahu siapa 
orangnya, dari kelompok mana, sedang berada dimana, kekuatannya seberapa, ya 
langsung serbu saja. Tangkap semua pihak yang memang mau mengacaukan republik 
ini. 
Jadi gak perlu mengadu ke masyarakat segala. 
Masyarakat kan gak punya otoritas dan juga kemampuan untuk mencegah hal 
tersebut.
Laporan SBY ke masyarakat hanya akan membuat masyarakat gelisah melihat SBY dan 
aparat keamanan kelihatannya tidak mampu menangani kekacauan yang terjadi.
Masyarakat akan berfikir: Setelah meledaknya Bom di Hotel JW Mariot dan Ritze 
Calton, besok dimana lagi?
Lha kalau Presiden dan aparat keamanan saja juga bingung, padahal informasi 
yang sangat terperinci sudah diberikan oleh Pihak Intelijen Negra, lantas 
rakyat disurah apa lagi ???
Disuruh siskamling atau apa ???
Gak jelas maksud SBY menyampaikan hal itu.
Kalau SBY cuma berharap mendapat simpati dari masyarakat kalau dia sedang 
teraniaya, lha itu kan sudah dia dapatkan dengan perolehan suara lebih dari 60 
% di Piklpres 2009.
Apa itu masih belum cukup???

Punya presiden kok ya kebangetan begini sih????

Salam,

Adyanto Aditomo

--- Pada Jum, 17/7/09, Achmad Jauzi <[email protected]> menulis:

Dari: Achmad Jauzi <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 17 Juli, 2009, 8:08 AM






 




    
                  Tadi pagi di radio Elshinta FM 90.00 saya mendengar suara Mas 
Anto (jubir presiden yang nama bekennya Andi Alfian Mallarangeng, 
Ph.D)...Dengan mantap Mas Anto mengatakan SBY akan meninjau TKP ledakan bom, 
karena sebagai presiden tidak ingin hanya mendengar laporan tapi ingin melihat 
langsung...Saya kaget juga, tapi saya "memaklumi" karena beliau kan mantan TNI 
yang tentunya sangat berjiwa gagah berani...Mungkin juga terinspirasi dengan 
keluarga kerajaan Inggris yang tidak mau pindah dari London saat PD II



TAPI...menjelang shalat Jum'at di media online muncul berita beliau membatalkan 
kunjungannya karena kondisi dinilai belum aman...atas rekomendasi paspamres bla 
bla bla beliau memilih membatalkan kunjungannya. ...



Bahwa tempat tersebut baru dibom..dia sudah tahu...bahwa kemungkinan ada bom 
lain... sebagai mantan prajurit tentunya dia juga melihat kemungkinan 
itu...sebagai presiden tentunya dia tahu bahwa dia adalah lambang negara... 
betapa beresikonya kalau dia terkena ledakan bom...Mestinya dengan kondisi 
seperti itu, dia berpikir panjang untuk menyatakan mau datang atau tidak ke 
TKP...tidak ada situasi yang berubah dari keputusan AKAN DATANG sampai dengan 
keputusan BATAL DATANG dibuat...Bagi saya ini sangat tidak patut dilakukan oleh 
seorang presiden yang mantan prajurit...Mestinya sebuah keputusan dibuat dengan 
matang sehingga tidak perlu dirubah tanpa ada perubahan situasi...



Kemudian setelah pulang shalat dan makan, saya lihat pernyataan beliau di metro 
tv...luar biasa ... Katanya Indonesia akan seperti Iran jika beliau dilantik, 
akan ada revolusi.... Aduh...Tadinya saya sudah sangat simpati dan tidak 
menyesal JK kalah...Tapi sekarang...Simpati saya kepada SBY kembali seperti 
semula...



Gimana sih pak...Bapak kan adalah presiden yang "sedang" menjabat dan terpilih 
kembali dengan suara 60% ....Kenapa jadi begini??? 



         

        

        



        



        

        



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke