Bung Adyanto Aditomo.. FPK diisi oleh teman2 dr berbagai kalangan, mulai dr kalangan awam hgga profesional,dr orang biasa hgga orang "luar biasa";),Yg komen2 nya menyesatkan bagi orang2 awam, namun sangat menggelikan bagi orang yg tahu. Tp..dlm hal ini,biarlah saya menempatkan diri saya sbg orang biasa yg awam hukum.
Ada suatu prinsip yg harus dimiliki oleh "analis profesional sejati" untuk menilai suatu keadaan & situasi,yakni PEMAHAMAN YG MENYELURUH DAN UTUH ttg suatu situasi (Komprehensif integral),bukan pemahaman peristiwa yg sepotong2 utk kmdian mengambil suatu kesimpulan. Dari serpihan mosaik inilah seorang profesional sejati mndapat gambaran utuh ttg suatu peristiwa.Baik peristiwa masa lalu,masa kini dan yg akkan datang. Dalam kasus rekaman anggodo..,ini hanyalah serpihan mosaik dr serpihan mosaik2 yg dipertontonkan pd kita masyarakat awam. Ada banyak hal yg melatar belakangi hgga trdengarnya prcakapan rekaman itu.Untuk itu..saya tidak ingin masuk kewilayah ini,krn sudah dtangani polri sesuai dgn aturan main. Dgn memanfaatkan sentimen masyarakat thd institusi polri & kejagung,mk orang2 korup ini berusaha meraih simpati massa dgn cara2 lucu dan memuakkan,spt yg telah mereka prtontonkan saat hearing dgn komisi 3 kemarin lusa. Bahwa institusi polri & Kejagung perlu pembenahan adlh benar, namun dgn menganggap oknum/trsangka KPK & institusinya adlh sempurna..jg tidak bijak. Btw..ada banyak anggota LSM,profesional dr brbagai kalangan yg scra membabi buta membela oknum KPK. Bagi seorang awam..ini adlh biasa..tp seorang profesional akan melihat bhw mrk sedang menggali kuburannya sendiri,krn apa yg telah mrk pertontonkan adlh Antitesis dr apa yg mrk teriakkan. Masyarakat tdk akan lupa apa2 yg tengah mrk lakukan. Berkedok semangat antikorupsi namun..sesungguhnya mereka tengah "Berjihad" agar korupsi tetap eksis dinegeri ini. Untuk orang2 yg getol menegakkan "benang basah" inilah saya brkata:"Tidak ada lagi masa depan buat mereka". Terimakasih --- In [email protected], Adyanto Aditomo <adyantoadit...@...> wrote: > > Bung Aksay Fortisimo, > Â > Komentar anda ini kok aneh sekali??? > Apa anda tidak mendengar rekaman hasil sadapan KPK terhadap Anggodo, dimana > Anggodo berupaya mengatur agar Bibit dan Chandra dikriminalkan?? > Berdasarkan hasil rekaman tersebut, Media Massa melihat bahwa ada upaya > kriminalisasi terhadap Pimpinan KPK yang disutradarai oleh Anggodo yang > bekerjasama dengan para petinggi Kepolisian dan Kejaksaan Agung. > Kesimpulan yang dibuat oleh Tim 8 juga menguatkan kecurigaan masyarakat. > Anggodo yang dalam rekaman tersebut mencatut nama Presiden SBY dan Susno > Duadji, sampai hari ini tidak ditahan dengan alasan tidak cukup bukti. > SBY menolak mengadukan Anggodo ke Kepolisian atas tindakannya mencatut nama > SBY. > Bila dengan kondisi seperti ini Bibit dan Chandra diajukan ke Pengadilan, > yang terjadi hanya berupa Pengadilan Sesat. > Â > Dengan situasi tersebut, kok bisa - bisanya anda mendukung suatu Pengadilan > sesat??? > Â > Salam, > Â > Adyanto Aditomo
