Dibelinya pakai duit siapa, Bung? Bukankah kini para koruptor itu ada di 
kubunya polisi semua? Kamu bicara tanpa pake logika, makanya saya sempat pikir 
kamu ini lagi tripping.
 
Bukti mutlak adalah rekaman serah terima uang pemerasan dari korban kepada 
pelaku. Katanya polisi punya semua rekamannya? Lha kalo cuma rekaman mobil 
keluar masuk lapangan parkir atau Bibit jumpa Ary Muladi tapi tak ada serah 
terima apa-apa, mau ditingkatkan jadi tuntutan pemerasan itu pakai jampi-jampi 
dari dukun mana?
 
Intel-intel macam Anda ini bertebaran di milis ini tapi sayang kemampuan 
logikanya pada cethek. Jadi malah kena bulan-bualanan para miliser.
 
manneke

--- On Mon, 11/9/09, aksay fortisimo <[email protected]> wrote:


From: aksay fortisimo <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Korupsi adlh "Agama" diindonesia
To: [email protected]
Received: Monday, November 9, 2009, 8:05 PM


 



Melihat pemberitaan media yg trkesan sangat berpihak pd bibit-candra mk..saya 
curiga kalo media jg tlh "dibeli" oleh para mafia korupsi.
Bgmna tidak?!,mrk - para editorial media- dgn terang-terangan & tanpa malu-malu 
membentuk opini sesat agar kasus bibit candra di sp3 saja,krn dgn alasan tidak 
brpedoman pd bukti mutlak.

Mrk mungkin lupa/pura-pura tidak ingat bhw korupsi sudah mnjadi "agama tidak 
resmi" diindonesia, ia memang dinafikan,dicerca dan sekaligus dibenci oleh 
setiap orang,tp ia jg diimani oleh sebagian besar aparat dinegeri ini.
Krn kejahatan korupsi ini adlh Extraordinary crime" maka..penanganan nya pun 
harus lewat cara-cara yg Extraordinary jg(spt bukti2 kuat polisi).

Mengharapkan bukti MUTLAK kejahatan ini adlh MUSTAHIL,spt bukti kuitansi 
penyerahan uang oeh ary muladi & dsaksikan oleh notaris/pejabat yg brweanang 
dsb.



Kirim email ke