Tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang bisa punya "pemahaman menyeluruh 
dan utuh" tentang sesuatu, bahkan seorang "profesional" yang paling "sejati" 
sekalipun. Apalagi kalau bicara soal kasus misterius penuh rekayasan dan 
kebusukan seperti kasus kriminalisasi KPK itu.
 
Menyuruh orang untuk baru boleh bicara setelah mendapatkan "pemahaman utuh dan 
menyeluruh" sebetulnya cuma kedok untuk membungkam orang agar tidak bicara.
 
Selain itu, tidak ada yang bilang KPK adalah suci atau malaikat. Kesan tentang 
KPK dan Polisi/Jaksa didapat dari 1) melihat rekam jejak mereka selama ini, 2) 
mengamati perkembangan kasus lewat berbagai media, dan 3) memperhatikan apa 
yang dikatakan para pakar mengenai perkara ini.
 
Dari ketiga titik-tolak itu, sudah sangat jelas--dan terus menjadi kian jelas 
dari hari ke hari--bahwa yang brengsek memang adalah Polri/Jaksa. Sementara, 
bukti tentang kebrengsekan KPK masih samar, saling berkontradiksi, dan 
berbentuk isu doang.
 
Maka itu, jangan ngomel jika sebagian besar miliser di FPK ini membela FPK dan 
memaki Polisi/Jaksa.
 
Bukan seperti Anda, yang justru membabi buta membela para bajingan, meski makin 
lama makin terlihat bahwa mereka itu memang bajingan sejati.
 
Seorang gila memang akan mengira semua orang lain di sekelilingnya adalah gila 
dan cuma dia sendiri yang waras :)
 
manneke

--- On Wed, 11/11/09, aksay fortisimo <[email protected]> wrote:


From: aksay fortisimo <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Korupsi adlh "Agama" diindonesia
To: [email protected]
Received: Wednesday, November 11, 2009, 8:04 PM


 



Bung Adyanto Aditomo..
FPK diisi oleh teman2 dr berbagai kalangan, mulai dr kalangan awam hgga 
profesional, dr orang biasa hgga orang "luar biasa";),Yg komen2 nya menyesatkan 
bagi orang2 awam, namun sangat menggelikan bagi orang yg tahu.
Tp..dlm hal ini,biarlah saya menempatkan diri saya sbg orang biasa yg awam 
hukum.

Ada suatu prinsip yg harus dimiliki oleh "analis profesional sejati" untuk 
menilai suatu keadaan & situasi,yakni PEMAHAMAN YG MENYELURUH DAN UTUH ttg 
suatu situasi (Komprehensif integral),bukan pemahaman peristiwa yg sepotong2 
utk kmdian mengambil suatu kesimpulan.
Dari serpihan mosaik inilah seorang profesional sejati mndapat gambaran utuh 
ttg suatu peristiwa.Baik peristiwa masa lalu,masa kini dan yg akkan datang.

Dalam kasus rekaman anggodo..,ini hanyalah serpihan mosaik dr serpihan mosaik2 
yg dipertontonkan pd kita masyarakat awam. Ada banyak hal yg melatar belakangi 
hgga trdengarnya prcakapan rekaman itu.Untuk itu..saya tidak ingin masuk 
kewilayah ini,krn sudah dtangani polri sesuai dgn aturan main.

Dgn memanfaatkan sentimen masyarakat thd institusi polri & kejagung,mk orang2 
korup ini berusaha meraih simpati massa dgn cara2 lucu dan memuakkan,spt yg 
telah mereka prtontonkan saat hearing dgn komisi 3 kemarin lusa.

Bahwa institusi polri & Kejagung perlu pembenahan adlh benar, namun dgn 
menganggap oknum/trsangka KPK & institusinya adlh sempurna..jg tidak bijak.

Btw..ada banyak anggota LSM,profesional dr brbagai kalangan yg scra membabi 
buta membela oknum KPK.
Bagi seorang awam..ini adlh biasa..tp seorang profesional akan melihat bhw mrk 
sedang menggali kuburannya sendiri,krn apa yg telah mrk pertontonkan adlh 
Antitesis dr apa yg mrk teriakkan.

Masyarakat tdk akan lupa apa2 yg tengah mrk lakukan. Berkedok semangat 
antikorupsi namun..sesungguhnya mereka tengah "Berjihad" agar korupsi tetap 
eksis dinegeri ini.
Untuk orang2 yg getol menegakkan "benang basah" inilah saya brkata:"Tidak ada 
lagi masa depan buat mereka".

Terimakasih

Kirim email ke