Ass.Wr.Wb. Itu sudah masa yg cukup lama yg ditinggalkan oleh bung Oei atau ibu? Pendidikan yg pernah kita nikmati tdk lagi dinimati oleh anak2 kita pd masa kini, apa lagi setelah masa transisi dari ORLA ke ORBA sdh cukup berjalan lama, sehingga oleh ORBA semuanya dirubah demi mempertahankan posisinya agar tdk ada anak Bangsa yg bisa melebihi/bersaing dgn mereka sehingga banyak mata Pelajaran yg dihilangkan dan Sejarah di Rekayasa agar menjadi suatu Kenyataan bahwa tanpa ORBA, NKRI ini sudah pupus (Hilang) sehingga memberi suatu Image bahwa merekalah Juru Selamat, kenyataanya yg diciptakan adalah Manusia2 yg Nun Ajaib tanpa Moral maupun Hati Nurani, terutama akhli dibidang Merekayasa Fakta Sejarah, karena motonya adalah semua dapat dibeli dgn uang...uang....uang, sehinga kita menjadi budak UANG, siapa yang punya uang itu .... siapa....siapa...siapa lagi ????
Semoga kita2 ini di FPK dapat mengembalikan pada jaman Kebahagian pd masa depan, dimana pendidikan bukanlah merupakan suatu Komoditi Mewah tapi merupakan suatu Kewajiban bagi Anak Bangsa utk menyelesaikan Pendidikan di bangku Sekolah di NKRI utk dapat menikmatinya di masa depan Bangsa ini dan bukan hanya demi sekelompok ataupun mengkultuskan diri pribadi sebagai "the one and the only one" yg bisa menyelamatkan Bangsa Indonesia. Wassalam Mamang 2009/11/13 OEI APRINOVITA <[email protected]> > > > Salam > sejahtera putra putri NKRi, > Saya bersyukur > kepada Allah masih memberikan kepada kita nafas kehidupan dan berkat untuk > memenuhi kebutuhan kehidupan kita. Melalui email ini, saya hanya ingin > berdiskusi dengan kalian semua sebagai putra putri NKRI tentang nasib NKRI > kita > karena kita semua adalah pewaris NKRI yang syah yang telah dipersembahkan > para > pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga, nyawa, airmata dan > tetesan > darah terakhir kepada kita mengenai: > - Masalah > KPK > Saya baru kembali dari luar untuk menetap di > NKRI kita, oleh karena itu saya ingin supaya saya diberikan info yang lebih > otentik karena saya merasakan banyak kejanggalan di dalam mengikuti berita > berita di TV dan seolah olah merupakan sebuah film yang disutradarai > berdasar > skenario yang pengeditan yang cukup professional. > - Masalah > kesejahteraan rakyat di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. > Saya pernah mengecapkan pendidikan di SD > Negeri No. 4 Tg Balai Asahan - daerah pulau Simardhan, depan kantor polisi > di > depan penjara lokasi sekolah saya di mana yang dapat saya ingat bahwa kita > setiap hari Senin pasti mengikuti upacara penaikan bendera dengan > menyanyikan > lagu kebangsaan " INDONESIA RAYA', Padamu Negeri, Indonesia Tanah Air > Beta, Bendera Merah Putih, Satu tujuh delapan empat lima itulah hari > kemerdekaan, dll, pembacaan Pembukaan UUD 45 dan Pembacaan Sumpah Pemuda, > Setelah semua dilakukan yang memakan waktu 2 -3 jam, lalu kita diberikan > 1kg > susu bubuk yang bau obat, beras merah 1kg dan serial 1kg. Lalu setiap Jumat > upacara penurunan bendera lalu kita diberikan minyak ikan, pemeriksaan > gigi, dll > oleh dokter dokter dan kita diajari P3K (Pertolongan Pertama Pada > Kecelakaan) > dan begitu juga di SMP dimana kami mendapatkan perlakuan yang sama di dalam > pencerdasan dan kesehatan kehidupan bangsa tapi setelah saya pulang setelah > 20tahun di luar, saya melihat semuanya ini telah ditiadakan malahan > perpustakaan keliling, perbankan keliling dimana anak anak sekolah dapat > memasukkan uang ke BNI dan BRI yang disebut tabungan pelajar sudah > ditiadakan. > Sebenarnya dengan adanya tabungan pelajar, pelajar diajar berhemat dan > mendorong untuk memelihara masa depan yang lebih sejahtera. Uang tabungan > tsb > biasanya kita sebagai pelajar didapati dari tunjangan pendidikan yang > diberikan > PEMDA di mana, Gubernur Sumatera Utara waktu itu pak EWP Tambunan dan orang > tua, yang pada akhirnya diangkatan kami, semua anak didik mengecam dan > menyelesaikan pendidikan sampai perguruan tinggi. > > Di samping itu labaratorium > kami dari SMP Negeri I dan SMA Negeri 1 sangat lengkap atas bantuan PEMDA > juga > dengan dana pendidikan APBD. Kami selalu mengikuti ekstra kurikulum praktek > biologi, kimia dan fisika. Kami semua walaupun masih SMP sudah menguasai > system > anatomi didalam kedokteran tingkat 1, perakitan electronic dan percampuran > kimia. Saya bukan taqabur tapi saya memang sangat bangga menjadi anak desa > yang > dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat NKRI kita yang dapat duduk > sejajar > dengan dan memimpin para ilmuwan dan pengusaha macan negara untuk > pembangunan > bangsa, negara dan tumpah darah NKRI kita. > Oleh karena > saya ingin meminta penjelasan yang benar, utuh dan sempurna untuk > pertanyaan > saya di dalam: > 1. Masalah > KPK > 2. > Mencerdaskan kehidupan bangsa > Terima kasih > sebelumnya atas jawaban yang akan saya terima. > Salam dan > cinta kasihku menyertai kalian semua, > Tgk > Aprinovita Nurfirdaus
