Buat Lae Sijabat,

Aku juga tidak setuju kalau dibilang mutasi seperti itu 
diartikan kutukan. Mestinya kita arif menerimanya. Istri 
saya juga PNS Dep Keuangan dan kami jalani kepercayaan 
pimpinan dalam kaitan mutasi kemana saja. Soal istri atau 
keluarga mau ikut pada dasarnya tergantung manajemen rumah 
tangga kita. Justru yang sulit itu jika istri juga PNS 
tetapi bukan di Dep. Keuangan. Ada pengalaman teman yang 
SK kepindahan istrinya ke Ujung Pandang (Makassar 
sekarang), baru keluar setelah 2 tahun teman saya bertugas 
di kota itu. Sedihnya lagi, begitu istri ikut pindah, dia 
kena mutasi ke Bandung.
Saya lebih tertarik soal kebijakan mutasi saat ini adalah 
jika teman-teman yang belum pernah merasakan jadi orang 
daerah, diprioritaskan untuk dimutasikan ke daerah agar 
wawasannya tidak sempit dan seolah-olah hanya Jakarta saja 
yang dapat memberi mereka kehidupan atau menjanjikan masa 
depan. Tolong dicatat, ini bukan memojokkan teman-teman 
yang belum kena imbas mutasi. Jadi, mohon teman-teman di 
DSP atau di Dit. AKP jangan marah kepada saya. Terus 
terang saja, ada lho teman kita yang baru saja kena mutasi 
dan kembali lagi ke Kalimantan ingin sekali gantian 
merasakan jadi orang pusat. Dia, 3 tahun lagi akan 
pensiun.
Makasih, Lae. Salam tuk rekan-rekan-rekan di Pati

Salam,


Eyang Kakung

  
On Mon, 22 Oct 2007 19:39:12 -0700
  "heryanto sijabat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> serem banget masak mutasi disebut dgn "kutukan"
> aku tdk setuju ah, itu arti setiap pegawai yg kena 
>mutasi
> artinya kena "kutukan"
> karena aku juga sudah sering mutasi
> kalau boleh kasih saran,
> jika nulis pakai bahasa yg "cukup baik" lah
> apabila mutasi itu kutukan buat diri pribadi
> jangan pakai bahasa "kita"
> Mohon maaf kalau kritik ini kurang tepat.
> 
> Salam Damai
> 
> Heryanto Sijabat
> 
> 
> 
> Pada tanggal 22/10/07, ..::look's-alert::.. 
><[EMAIL PROTECTED]>
> menulis:
>>
>>   ya gimana, kita harus sadar, bahwa kutukan mutasi kita 
>>itu tdk hanya
>> pada kita saja tapi pada istri dan anak2 kita juga kena 
>>getah kutukan
>> ini, makanya kita banyak berdoa supaya yang benar 
>>diangkat derjatnya
>> sama Allah, yang zolim di azab Allah tiada ampun.amiiin 
>>ya robal
>> alamin
>>
>> Pada tanggal 22/10/07, ..::look's-alert::.. 
>><[EMAIL PROTECTED]<firmansyah86%40gmail.com>>
>> menulis:
>> > Pada tanggal 22/10/07, Bedes Sudrun 
>><[EMAIL PROTECTED]<bedesss%40yahoo.co.id>>
>> menulis:
>> > > Ada pemahaman yang keliru tentang pengertian mutasi 
>>bagi pasangan
>> suami
>> > > istri pegawai DJPB, sebenarnya bukan tidak boleh 
>>satu kantor, yang
>> benar
>> > > adalah Kebutuhan Penempatan/Mutasi Pegawai akan 
>>benar-benar
>> disesuaikan
>> 
>>
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 

========================================================================================
"Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod dan HP 
Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap minggunya dengan 
mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
========================================================================================

Kirim email ke