hihihi...iya gw juga ga mau digolongkan orang2 "terkutuk", gw merasa "diberkati" dengan mutasi ini, walau merasa "terdzalimi" dengan keputusan "pembatalan D4", tapi sama sekali ga merasa "terkutuk" :) kasian banget dong gw udah ditempatin jauh, dibatalin D4, "terkutuk" pulak...ampuuunnn!!!kacaulah awak ini :) hehehe
jadi gw memilih jadi orang yang "terberkati" dengan mutasi, cuma ya itu...supaya semua orang yang kena mutasi juga merasa "terberkati", baiknya harus ada 'Sistem Mutasi' yang jelas, supaya JANGAN ADA LAGI orang2 yang ketinggalan mutasi sampai 5-6 tahun bahkan lebih, dan JANGAN ADA orang yang berkutat di satu tempat atau ga kena gilir mutasi karena koneksi apalagi terlalu lama kasian kan demi 1 orang di tanah jawa (ga pindah2) ada beberapa orang (dan mungkin dengan keluarganya) harus tertahan mutasinya..apalagi yang di wilayah2 sulit :) Salam Damai dari Serui ESN "bagus konstituante" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Buat Lae Sijabat, Aku juga tidak setuju kalau dibilang mutasi seperti itu diartikan kutukan. Mestinya kita arif menerimanya. Saya lebih tertarik soal kebijakan mutasi saat ini adalah jika teman-teman yang belum pernah merasakan jadi orang daerah,
