Statistik adalah cermin muka rezim berkuasa, kalau rezim tidak jujur dan selalu mau menunjukan kemajuan yang dicapai, maka angka statitiknya bagus bin indah. Jadi kalau gaji buruh di NKRI sudah mencapai 5.070 US$ per tahun, pasti ini gaji di Jakarta dan sekitarnya atau pulau jawa pada umumnya, karena di luar pulau Jawa jauh lebih rendah, apa lagi kalau kita ingat bahwa menurut BPS jika orang bekerja 1 (jam) dalam satu minggu maka orang tsb tidak termasuk penganggur. Rata-rata gaji buruh jauh lebih rendah dari di pulau Jawa.
On Fri, Apr 19, 2019 at 7:18 PM Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > Cuman pingin tahu apakah data perbandingan yg diberikan diartikel ini > benar "upah pekerja di Indonesia setahun saat ini mencapai USD 5.070 per > tahun"? > Di Jakarta saja (yang upah buruhnya paling tinggi) cuman $243 atau setahun > cuman $2916 "In 2018 the monthly minimum wage in Jakarta was set at IDR > 3,648,036 (approx. USD *$243)*" > > kutipan artikel: > > Adapun *upah pekerja di Indonesia setahun saat ini mencapai USD 5.070 per > tahun*, sementara Vietnam hanya USD 3.800 per tahun. > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Yang bisa dilakukan barangkali : > 1. Gaji tidak naik, tetapi beaya kebutuhan hidup harus turun banyak ( 9 > bahan pokok, perumahan, > transportatie gratis ke tempat kerja, atau sebagian transportatie ke > tempat kerja harus ditanggung > perusahaan seperti di negeri Belanda). > 2. Cara kerja harus dibikin lebih efficient oleh pimpinan perusahaan, dan > dibantu dengan alat2 untuk > meringankan pekerjaan. > 3. Sekali buat harus 100% sempurna. Tidak ada yang harus diperbaiki, > diulang kembali. > Di Belanda yang dikira orang kerjanya sudah efficient, ternyata dengan > mudah di beberapa proses > efficiencynya bisa naik 10 - 20% dengan perbaikan proses. Heran di > Indonesia kok Perusahaan > maunya turunkan gaji dan atau suruh orang kerja lebih lama ? Kan ya pada > mogok....nanti. > Satu contoh saja : Di spray drying, efficiency bisa naik luar biasa dengan > menaikkan inlet temperatur > 10 derajat Celcius, dan menurunkan outlet temperature 5 - 10 derajat dan > mengurangi jumlah air pelarut. > Spray drying time dari 12 jam bisa turun jadi 10 jam. > > > Pada tanggal Jum, 19 Apr 2019 pukul 13.38 Tatiana Lukman jetaimemucho1@.... > [GELORA45] > <[email protected]> menulis: > > Bahasanya kaum pengusaha tidak akan pernah sama dengan bahasanya kaum > buruh. Hanya kaum remo dan kaum reaksioner yang berpihak kepada penguasa > selalu menganjurkan dan menjebarkan ilusi seolah-olah kaum buruh dan kaum > pengusaha bisa maju bersama. Kalau pengusaha omong soal "win-win situasi", > "produktivitas", "competitiveness", semua itu berarti sangat negatif bagi > buruh. > > Pengusaha Minta Presiden Terpilih Revisi UU Tenaga Kerja > > Ketua Dewan Pembina IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani dalam acara CEO Talks di > The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan > > Para pengusaha <https://kumparan.com/topic/pengusaha> ingin presiden > terpilih nantinya bisa merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 > tentang Ketenagakerjaan. Ini bertujuan agar pekerja di Indonesia memiliki > daya saing dengan pekerja asing. > > Wakil ketua Umum Asosiasi Pengusaha <https://kumparan.com/topic/pengusaha> > Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, salah satu hal yang membebani > pengusaha adalah jam kerja yang dinilai masih rendah, sementara upah yang > dibayarkan cukup tinggi. Jika hal ini terus terjadi, dikhawatirkan bisa > menekan produktivitas. > > "Iya betul (harus direvisi). UU Nomor 13 penting diperhatikan sebagai > pemberi kerja dan penerima kerja harus ada keseimbangan, harus jadi win-win > solution kedua belah pihak dan perlu direvisi kembali. Perlu dipikirkan > aspek competitiveness yang terjadi di negara lain," ujar Shinta dalam > diskusi di Hotel Millennium, Jakarta, Rabu (10/4). > > Dia mencontohkan, jam kerja di Indonesia saat ini selama 40 jam per > minggu, paling rendah di antara negara lain. Bangladesh selama 49 per > minggu, Kamboja 45 jam per minggu, China 47 jam per minggu, dan Vietnam 41 > jam per minggu. Sementara upah yang dibayarkan masih lebih tinggi Indonesia > dibandingkan negara tersebut. > > "Vietnam yang paling dekat dengan kita, jam kerjanya 41 jam. Kalau ditarik > upah dia rata-rata Rp 2 juta-2,3 juta. Kita paling rendah jam kerja, lalu > upah juga termasuk tinggi," katanya. > > Sementara itu, Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, > risiko ongkos usaha di dalam negeri memang lebih besar dibandingkan di luar > negeri. Maka tak heran, banyak perusahaan domestik yang membangun pabrik di > luar negeri. > > Adapun upah pekerja di Indonesia setahun saat ini mencapai USD 5.070 per > tahun, sementara Vietnam hanya USD 3.800 per tahun. > > "Yang mesti dilihat adalah apakah kompetensinya (tenaga kerja) lebih baik > dibanding Vietnam? Siapapun yang nanti menang punya PR untuk meningkatkan > SDM supaya kompetensinya makin baik," tambahnya. > > > >
