Enggak semuanya begitu, tapi ada juga kaum tani  yang mau melakukan sesuatu tapi mereka tidak tahu manajerial dsb, kembali lagi jadinya ketingkat pendidikan masyarakat pedesaan kita dan etos. Apa perlu bantuan orang luar?
 
Kasus saya berserta teman peneliti 5 tahun yll. Kami membantu pemasaran petani buah (manggis khususnya) di Trenggalek selatan. Mereka tahu ada pedagang masuk, bawa barang mereka, dan tahu itu untuk ekporter....tapi mereka pasrah saja diberi harga murah.
 
Kami coba menggerakan mereka dengan membuat  assosiasi petani buah disana (Watulimo),  memperbaiki pola budidaya tanaman, mencegah serangan OPT, perbaikan penanganan panen dan pasca panen. Setelah itu ditemukan dengan mitra bisnis.
Betapa bahagianya tahun kemaren pas mampir ke surabaya saya sempat ngobrol sama trader buah untuk ekspor dan dia cerita kalau petani dari Watulimo sudah membawa manggisnya dan buah lainnya sendiri ke exporter Taiwan dan bisa negosiasi langsung.
 
Jadi jangankan petani kita, petani jepang pun sampai saat ini butuh mediator dalam berdiskusi dengan pedagang besar, bantuan sistem informasi pasar, penuyuluh dll.
 
Mungkin kita harus lebih giat disana juga...
 
 
Kuntoro Boga
 
 
 


eko_ipb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pernah dengar bantuan pemerintah untuk koperasi beberapa tahun yang
lalu....  orang-orang berlomba-lomba membentuk koperasi dadakan
hanya karena ingin bantuan.  Banyak koperasi di Indonesia yang
didirikan atas keinginan maju bersama, memperjuangkan nasib
bersama.  Yang ada ya.... seperti yang disebutkan temen-temen
barusan, hanya segelintir orang yang menikmati, selebihnya... hanya
penonton doang...

Eko



--- In [email protected], Kuntoro Boga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau meliahat ideal-idealan memang koperasi mungkin organisasi
yang paling ideal buat menaikan bergaining power, menahan gempuran
modal asing, bersaing dengan desakan produk impor, public service
dll. Sudah banyak yang jadi Doktor dan profesor gara-gara meneliti
koperasi.
> 
> Cuma kalau saya lihat sekilas dilapang dan di kategorikan ada 3
tipe koperasi di Indonesia yang mengaitkan antara kesuksesannya dgn
komoditi yang diusahakan (maaf kalau saya salah dan bisa dikoreksi!)
saya mengabaikan sisi manajemen lho:
> 
> 1. Koperasi maju, yang mengusahakan komoditi bernilai komersial
dan atau pangsa pasarnya sudah jelas.  Contohnya koperasi susu,
koperasi mina dll, diluar pertanian ada koperasi batik, koperasi
angkot dll
> 
> 2. Koperasi madya, koperasi yang tidak memiliki usaha yg berkaitan
dengan barang bernilai komersil atau pangsa jelas. Tapi mengusahakan
komoditi yang berhubungan dengan kebutuhan khalayak sehari-hari spt
koperasi petani padi, petani tebu, peternak dll
> 
> 3. Koperasi lemah, koperasi non komoditi.
> 
> Nah disinilah kesalahankita mungkin. Kita kurang mensuport
koperasi yg Madya. Padahal masyarakat pedesaan kita masih banyak
yang mengusahakan tanaman tradisional dan non risk (komersil!).
> 
> Coba lihat teman-teman yg mengangkat koperasi maju dlm topik
penelitian pasti larinya ke susu, ikan dan distribusi.   Padahal
pemerintah harusnya lebih melihat masalah yg ada pada koperasi yg
bergerak di sektor tradisional dan memecahkan masalah yg ada.
> 
> Mungkin ada teman yang mau nemambahkan,
> 
> Kuntoro Boga
> 
> 
> 
>
>
> eko_ipb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Loh... sampai dimana diskusinya.   Lha...mangkanya organisasi
> seperti koperasi itu sudah waktunya untuk direvitalisasi. 
> Organisasi itu harus dimulai dari kebutuhan.  Kalau masyarakat
> merasakan kebutuhan akan organisasi mereka perlu berkumpul bersama
> dan membentuk organisasi yang mereka mau AD/ART-nya.  Lain kalau
> organisasi itu datangnya dari langit, rasa memilikinya pasti
> kurang.  Ada contoh koperasi ngupoyo mino? di YK, dimana saya
> melakukan penelitian.  Koperasi ini sangat baik dalam melakukan
> koordinasi dengan anggotanya dalam hal perencanaan produksi sampai
> menentiukan harga ikan bagi konsumennya.  Karena kontinuitas
> terjamin, mutu juga terjamin, koperasi ini sekarang assetnya sudah
> ratusan juta, mungkin milayard. 
> Kaitannya dengan pedagang menengah, selama pemerintah tidak mampu
> mengambil peran seperti mereka akan sulit menembus mafia
perdagangan
> hasil pertanian kita.  Bulog dan Dolog harus direvitalisasi tidak
> hanya seperti sekarang, tapi perlu mengembangkan sayapnya sampai
> berperan sebagai layaknya pedagang tengkulak yang keluar masuk
> kampung.  Saya rasa model-model mafia perdagangan ini ada di semua
> lini perdagangan kita...  Apa kita perlu mencontoh italia dalam
> menagani mafia ini...
>
> Salam cinta buat petani,
> eko
>
>
>
>
>
>
=====================================================================
====
>                    "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
> untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam
Indonesia"
> -------------------------------------------------------------------
------
> Related homepages to IASA :
>            http://www.iasa-online.org/
>            http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
>
=====================================================================
====
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/iasa/
>  
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com




=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke