Loh... sampai dimana diskusinya. Lha...mangkanya organisasi
seperti koperasi itu sudah waktunya untuk direvitalisasi.
Organisasi itu harus dimulai dari kebutuhan. Kalau masyarakat
merasakan kebutuhan akan organisasi mereka perlu berkumpul bersama
dan membentuk organisasi yang mereka mau AD/ART-nya. Lain kalau
organisasi itu datangnya dari langit, rasa memilikinya pasti
kurang. Ada contoh koperasi ngupoyo mino? di YK, dimana saya
melakukan penelitian. Koperasi ini sangat baik dalam melakukan
koordinasi dengan anggotanya dalam hal perencanaan produksi sampai
menentiukan harga ikan bagi konsumennya. Karena kontinuitas
terjamin, mutu juga terjamin, koperasi ini sekarang assetnya sudah
ratusan juta, mungkin milayard.
Kaitannya dengan pedagang menengah, selama pemerintah tidak mampu
mengambil peran seperti mereka akan sulit menembus mafia perdagangan
hasil pertanian kita. Bulog dan Dolog harus direvitalisasi tidak
hanya seperti sekarang, tapi perlu mengembangkan sayapnya sampai
berperan sebagai layaknya pedagang tengkulak yang keluar masuk
kampung. Saya rasa model-model mafia perdagangan ini ada di semua
lini perdagangan kita... Apa kita perlu mencontoh italia dalam
menagani mafia ini...
Salam cinta buat petani,
eko
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://www.iasa-online.org/
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/iasa/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/