Menarik sekali mas Agus, terima kasih telah memotivasi saya sebagai bagian dari generasi muda Indonesia. Kalau saya boleh beropini, sampai sejauh ini mental-mental (atau watak) yang merendahkan kemampuan bangsa sendiri akan sangat sulit dihilangkan jika tidak dimulai dari mengajarkan diri kita sendiri, keluarga sendiri terutama putra putri kita untuk mencitai produk buatan dalam negeri.
Perlu jalan panjang untuk yakin pada produk bangsa sendiri seperti negara Korea Selatan dulu setiap warga negaranya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi lebih memilih menggunakan produk-produk Samsung dan LG dari pada Sony atau Toshiba, begitu juga dalam membeli kendaraan mereka lebih suka menggunakan KIA atau Hyundai dibanding Honda maupun Toyota, hingga akhirnya tidak lebih dari 15 tahun mereka mempunyai teknologi yang setara kualitasnya dengan made in Japan karena adanya dorongan dari masyarakatnya sendiri sehingga market berjalan dan risetpun demikian. Sekarang bagaimana dengan kita?apakah kita lebih suka menggunakan produk pompa air Maspion dibanding Sanyo?ataukah lebih suka menggunakan Sepatu made in Cibaduyut dari pada Pakalolo?menggunakan laptop Axio made in Surabaya dibanding dengan Fujitsu, Toshiba, HP atau bahkan Sonny Vaio? Pilihan ada di tangan kita semua untuk turut serta mengambangkan produk dan riset dalam negeri. Jadi gak ada yang salah kalau orang Indonesia sendiri tidak mau menggunakan produknya sampai kapanpun karya anak bangsa akan susah berkembang . Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga untuk senantiasa bangga akan produk dalam negeri (biarpun kata orang kualitasnya lebih rendah), namun insya Allah jika produsennya melihat bahwa orang-orang berminat dengan produknya (alias ada market) maka dia juga akan bersemangat untuk terus mengembangkan kualitas produk2nya dengan berbagai riset2nya... *Bermimpi Merk Maspion akan seterkenal LG dan Samsung....dan laptop Axio seterkenal Sonny Vaio (sama-sama belakangnya 'O') Salam, Ery Wijaya http://erywijaya.wordpress.com/ http://energyplanning.wordpress.com ________________________________ From: agusmst <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, 25 July, 2009 11:34:49 Subject: [kendal-online] OOT Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia Yth. warga KOL Dari milis tetangga semoga dpt meberi motivasi bagi kita utk lebih maju Jaya lah Iindonesi ku tercinta salam hormat agus mst Sebuah karya anak bangsa yang Luar Biasa, > > 7 tahun lalu saya membaca berita disurat kabar mengenai peluncuran roket > oleh lapan di cilacap. > yang saya rasakan saat itu pesimis, karena roket yang diluncurkan tidak > jauh berbeda dengan kembang api yang sering saya mainkan dikampung. > apalagi setelah membaca curhatan dari pejabat lapan sendiri bahwa ketika > Lapan memperoleh kemajuan yang pesat, tiba2 pemerintah saat itu > menyunat anggaran untuk riset Lapan. Waktu itu saya pikir butuh 30-50 > tahun roket Indonesia bisa berkembang, ternyata sekarang tahun 2009 > dengan dana riset 2,5M Ilmuwan kita memperoleh kemajuan yang luar biasa. > > Sekedar informasi, Teknologi roket tidak ada satu negarapun yang telah > menguasainya mau membagi Ilmu terapan dengan Warga Negara lain, kecuali > mau pindah kewarganegaraan, itulah kenapa saya bilang ini prestasi luar > biasa, karena Ilmuwan kita benar2 belajar dan membuat roket dengan text > book, tanpa bantuan negara lain. sekarang ini tinggal dikembangkan ke > SLV untuk meluncurkan roket. namun sebelumnya pengembangan untuk militer > juga perlu, baik ground to ground, ground to air, air to air dan air to > ground selanjutnya menjadi rudal balistik. > > Merdeka... > > Iwan Yoga Andaya wrote: >> FYI, dari milis sebelah. >> Ternyata bangsa sebesar dan sehebat ini, tidak didukung penuh oleh >> pemerintahan >> yang dipilih oleh rakyat sendiri. Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia Oleh Cardiyan HIS Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yangsering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia. Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia. Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun. Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran. Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan . CN 235 Versi Militer Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah. Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya. Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah". Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba. Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh duniaperbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.-

