saya sdh pakai note book AXIOO sdh hampir 2 tahun , type N , Dual core
beli dr baru sampai sekarang di pakai masih makyuss tdk pernah rusak dan
bateray nya masih tahan 2 - 3 jam.
saya pakai non stop setiap hari utk kerja di kantor dan internetan kalau
di rmh rata rata setiap hari 16 jam di gunakan non stop.
malah punya teman saya yg baru beli Acer stl 1 th dipakai dan garansi
habis sdh banyak masalah di dvd nya mati , bateraynya juga sdh drop
ternyata buatan indonesia tdk kalah dgn yg lain
monggo warga KOL silahkan berbagi pengalaman dgn yg lain utk memulai
promosikan produk dalam negri.
salam
agus mst
On 7/29/2009 12:08 AM, ASROFI wrote:
saya sudah beli Maspion 3 hari lalu mas..
heheh.
ASROFI
Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
Mobile : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected] <mailto:[email protected]>
Email : [email protected] <mailto:[email protected]>
Blog : www.asrofi.web.id <http://www.asrofi.web.id>
Office : www.sentraproperty.com <http://www.sentraproperty.com>
2009/7/25 ery wijaya <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Menarik sekali mas Agus, terima kasih telah memotivasi saya
sebagai bagian dari generasi muda Indonesia. Kalau saya boleh
beropini, sampai sejauh ini mental-mental (atau watak) yang
merendahkan kemampuan bangsa sendiri akan sangat sulit dihilangkan
jika tidak dimulai dari mengajarkan diri kita sendiri, keluarga
sendiri terutama putra putri kita untuk mencitai produk buatan
dalam negeri.
Perlu jalan panjang untuk yakin pada produk bangsa sendiri seperti
negara Korea Selatan dulu setiap warga negaranya mempunyai rasa
nasionalisme yang tinggi lebih memilih menggunakan produk-produk
Samsung dan LG dari pada Sony atau Toshiba, begitu juga dalam
membeli kendaraan mereka lebih suka menggunakan KIA atau Hyundai
dibanding Honda maupun Toyota, hingga akhirnya tidak lebih dari 15
tahun mereka mempunyai teknologi yang setara kualitasnya dengan
made in Japan karena adanya dorongan dari masyarakatnya sendiri
sehingga market berjalan dan risetpun demikian.
Sekarang bagaimana dengan kita?apakah kita lebih suka menggunakan
produk pompa air Maspion dibanding Sanyo?ataukah lebih suka
menggunakan Sepatu made in Cibaduyut dari pada
Pakalolo?menggunakan laptop Axio made in Surabaya dibanding dengan
Fujitsu, Toshiba, HP atau bahkan Sonny Vaio? Pilihan ada di tangan
kita semua untuk turut serta mengambangkan produk dan riset dalam
negeri. Jadi gak ada yang salah kalau orang Indonesia sendiri
tidak mau menggunakan produknya sampai kapanpun karya anak bangsa
akan susah berkembang .
Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga untuk
senantiasa bangga akan produk dalam negeri (biarpun kata orang
kualitasnya lebih rendah), namun insya Allah jika produsennya
melihat bahwa orang-orang berminat dengan produknya (alias ada
market) maka dia juga akan bersemangat untuk terus mengembangkan
kualitas produk2nya dengan berbagai riset2nya...
*Bermimpi Merk Maspion akan seterkenal LG dan Samsung....dan
laptop Axio seterkenal Sonny Vaio (sama-sama belakangnya 'O')
Salam,
Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/ <http://erywijaya.wordpress.com/>
http://energyplanning.wordpress.com
<http://energyplanning.wordpress.com%20>
<http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id>
<http://kamase.org>
------------------------------------------------------------------------
*From:* agusmst <[email protected] <mailto:[email protected]>>
*To:* [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Sent:* Saturday, 25 July, 2009 11:34:49
*Subject:* [kendal-online] OOT Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Yth. warga KOL
Dari milis tetangga semoga dpt meberi motivasi bagi kita utk lebih
maju
Jaya lah Iindonesi ku tercinta
salam hormat
agus mst
Sebuah karya anak bangsa yang Luar Biasa,
>
> 7 tahun lalu saya membaca berita disurat kabar mengenai
peluncuran roket
> oleh lapan di cilacap.
> yang saya rasakan saat itu pesimis, karena roket yang
diluncurkan tidak
> jauh berbeda dengan kembang api yang sering saya mainkan dikampung.
> apalagi setelah membaca curhatan dari pejabat lapan sendiri
bahwa ketika
> Lapan memperoleh kemajuan yang pesat, tiba2 pemerintah saat itu
> menyunat anggaran untuk riset Lapan. Waktu itu saya pikir butuh
30-50
> tahun roket Indonesia bisa berkembang, ternyata sekarang tahun 2009
> dengan dana riset 2,5M Ilmuwan kita memperoleh kemajuan yang
luar biasa.
>
> Sekedar informasi, Teknologi roket tidak ada satu negarapun yang
telah
> menguasainya mau membagi Ilmu terapan dengan Warga Negara lain,
kecuali
> mau pindah kewarganegaraan, itulah kenapa saya bilang ini
prestasi luar
> biasa, karena Ilmuwan kita benar2 belajar dan membuat roket
dengan text
> book, tanpa bantuan negara lain. sekarang ini tinggal
dikembangkan ke
> SLV untuk meluncurkan roket. namun sebelumnya pengembangan untuk
militer
> juga perlu, baik ground to ground, ground to air, air to air dan
air to
> ground selanjutnya menjadi rudal balistik.
>
> Merdeka...
>
> Iwan Yoga Andaya wrote:
>> FYI, dari milis sebelah.
>> Ternyata bangsa sebesar dan sehebat ini, tidak didukung penuh oleh
>> pemerintahan
>> yang dipilih oleh rakyat sendiri.
Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai
kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur
Indonesia ini
dijegal
justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom
Pemerintah
yangsering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal
dan hanya
buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya.
Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420
Lapan
ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
Indonesia yang
lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan
tentu
saja di
negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni
Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
memberikan
daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara.
Hal itu
membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190
km bila
struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah
tinggi
ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia.
Begitu
pula
semua
komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di
dalam
negeri,
termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih
diimpor.
Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar.
Kalah jauh
dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks
pemenangan
Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari
Rp. 50
milyar.
Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp.
700
trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan
membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama
Nano Satellite
sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan
berada pada
ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.. Bila ini
terlaksana
Indonesia akan
menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan
produk buatan
sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian
Satellite Club"
bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal,
bukan?
Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk
keperluan
damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat
Indonesia. Maka
otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu
meluncurkan roket
sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka
sekarang ini
pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau
Bintan,
maka
Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket
Indonesia.
Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia
dengan
Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir
ngerampok
Ambalat.
Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada
musuh
dari utara yakni
Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman
nyata di
masa depan .
CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan
lebih
jauh dari
CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan
PT. PAL yang
sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan
penuh dan
dukungan dana dari pemerintah.
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
terlalu
banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
lain-lain) dan
hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan
Turki
mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia
CN 235
terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40
insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah
penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar
yang dapat
mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat
cukup ditambah satu saja
CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang
ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni
watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil.
Karya
insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista
dibilangin orang
Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa:
"Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya
lebih murah".
Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus
tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen
teknologi dengan
membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa
sendiri,harus
dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya
para ahli
pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam
team work.
Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah
pesawat
tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda
dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan
Kredit Ekspor
sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung
oleh duniaperbankan,
agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon
pembeli asing yang tak bisa bayar cash.-