saya sudah beli Maspion 3 hari lalu mas.. heheh.
ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2009/7/25 ery wijaya <[email protected]> > > > Menarik sekali mas Agus, terima kasih telah memotivasi saya sebagai bagian > dari generasi muda Indonesia. Kalau saya boleh beropini, sampai sejauh ini > mental-mental (atau watak) yang merendahkan kemampuan bangsa sendiri akan > sangat sulit dihilangkan jika tidak dimulai dari mengajarkan diri kita > sendiri, keluarga sendiri terutama putra putri kita untuk mencitai produk > buatan dalam negeri. > > Perlu jalan panjang untuk yakin pada produk bangsa sendiri seperti negara > Korea Selatan dulu setiap warga negaranya mempunyai rasa nasionalisme yang > tinggi lebih memilih menggunakan produk-produk Samsung dan LG dari pada Sony > atau Toshiba, begitu juga dalam membeli kendaraan mereka lebih suka > menggunakan KIA atau Hyundai dibanding Honda maupun Toyota, hingga akhirnya > tidak lebih dari 15 tahun mereka mempunyai teknologi yang setara kualitasnya > dengan made in Japan karena adanya dorongan dari masyarakatnya sendiri > sehingga market berjalan dan risetpun demikian. > > Sekarang bagaimana dengan kita?apakah kita lebih suka menggunakan produk > pompa air Maspion dibanding Sanyo?ataukah lebih suka menggunakan Sepatu made > in Cibaduyut dari pada Pakalolo?menggunakan laptop Axio made in Surabaya > dibanding dengan Fujitsu, Toshiba, HP atau bahkan Sonny Vaio? Pilihan ada di > tangan kita semua untuk turut serta mengambangkan produk dan riset dalam > negeri. Jadi gak ada yang salah kalau orang Indonesia sendiri tidak mau > menggunakan produknya sampai kapanpun karya anak bangsa akan susah > berkembang . > > Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga untuk senantiasa > bangga akan produk dalam negeri (biarpun kata orang kualitasnya lebih > rendah), namun insya Allah jika produsennya melihat bahwa orang-orang > berminat dengan produknya (alias ada market) maka dia juga akan bersemangat > untuk terus mengembangkan kualitas produk2nya dengan berbagai riset2nya... > > > *Bermimpi Merk Maspion akan seterkenal LG dan Samsung....dan laptop Axio > seterkenal Sonny Vaio (sama-sama belakangnya 'O') > > > Salam, > > > Ery Wijaya > http://erywijaya.wordpress.com/ > http://energyplanning.wordpress.com > <http://energyplanning.wordpress.com%20> > > <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id> > <http://kamase.org> > > ------------------------------ > *From:* agusmst <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Saturday, 25 July, 2009 11:34:49 > *Subject:* [kendal-online] OOT Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan > Australia, Singapura, Malaysia > > > > Yth. warga KOL > Dari milis tetangga semoga dpt meberi motivasi bagi kita utk lebih maju > Jaya lah Iindonesi ku tercinta > salam hormat > agus mst > > Sebuah karya anak bangsa yang Luar Biasa, > > > > 7 tahun lalu saya membaca berita disurat kabar mengenai peluncuran roket > > oleh lapan di cilacap. > > yang saya rasakan saat itu pesimis, karena roket yang diluncurkan tidak > > jauh berbeda dengan kembang api yang sering saya mainkan dikampung. > > apalagi setelah membaca curhatan dari pejabat lapan sendiri bahwa ketika > > Lapan memperoleh kemajuan yang pesat, tiba2 pemerintah saat itu > > menyunat anggaran untuk riset Lapan. Waktu itu saya pikir butuh 30-50 > > tahun roket Indonesia bisa berkembang, ternyata sekarang tahun 2009 > > dengan dana riset 2,5M Ilmuwan kita memperoleh kemajuan yang luar biasa. > > > > Sekedar informasi, Teknologi roket tidak ada satu negarapun yang telah > > menguasainya mau membagi Ilmu terapan dengan Warga Negara lain, kecuali > > mau pindah kewarganegaraan, itulah kenapa saya bilang ini prestasi luar > > biasa, karena Ilmuwan kita benar2 belajar dan membuat roket dengan text > > book, tanpa bantuan negara lain. sekarang ini tinggal dikembangkan ke > > SLV untuk meluncurkan roket. namun sebelumnya pengembangan untuk militer > > juga perlu, baik ground to ground, ground to air, air to air dan air to > > ground selanjutnya menjadi rudal balistik. > > > > Merdeka... > > > > Iwan Yoga Andaya wrote: > >> FYI, dari milis sebelah. > >> Ternyata bangsa sebesar dan sehebat ini, tidak didukung penuh oleh > >> pemerintahan > >> yang dipilih oleh rakyat sendiri. > > Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia > Oleh Cardiyan HIS > Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas > kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini > dijegal > justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah > yangsering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya > buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya. > Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia. > > Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan > ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di > Indonesia yang > lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu > saja di > negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni > Malaysia. > > Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat > memberikan > daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu > membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila > struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi > ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu > pula > semua > komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam > negeri, > termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih > diimpor. > Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar. > Kalah jauh > dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan > Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 > milyar. > Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 > trilyun. > > Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? > Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa > Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama > Nano Satellite > sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada > ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.. Bila ini terlaksana > Indonesia akan > menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan > sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" > bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran. > > Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? > Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk > keperluan > damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat > Indonesia. Maka > otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket > sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka > sekarang ini > pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, > maka > Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. > Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan > Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok > Ambalat. > Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh > dari utara yakni > Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di > masa depan . > > CN 235 Versi Militer > Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan > insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket > RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih > jauh dari > CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL > yang > sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan > dukungan dana dari pemerintah. > Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut > pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi > terlalu > banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan > lain-lain) dan > hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki > mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 > terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 > insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah > penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang > dapat > mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat > cukup ditambah satu saja > CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang > ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya. > > Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang > Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya > insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista > dibilangin orang > Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: > "Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya > lebih murah". > Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus > tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen > teknologi dengan > membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba. > > Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa > sendiri,harus > dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli > pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team > work. > Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat > tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda > dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan > Kredit Ekspor > sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung > oleh duniaperbankan, > agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon > pembeli asing yang tak bisa bayar cash.- > > > >

