Salut dan bangga terhadap putra-putri Indonesia yang bisa mengharumkan bangsa 
Indonesia di segala bidang, Hayoo Dirgahayu Indonesia dukung lah para generasi 
muda, sudah saatnya kaum muda bangga dengan Tanah Airnya, kapan lagi mau maju 
dan jadi bangsa yang besar kalau tidak dari saat ini, jangan pernah lagi mau 
jadi bangsa yang selalu direndahkan, karena kita sebenarnya mampu dan bisa jadi 
bangsa yang unggul dan bermartabat.
Dukungan pemerintah dan rakyat sudah selayaknya mulai dialihkan kepada 
kemampuan sumber daya manusia yang ada yaitu putra-putri Indonesia sendiri dan 
produk-produk ciptaan dalam negeri.
Kemajuan Tehnologi yang ada hendaklah dijadikan refrensi memacu semangat untuk 
mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dan sudah saatnya kita merubah 
paradigma sebagai bangsa konsumen barang-barang luar negeri, banggalah menjadi 
bagian bangsa ini supaya kita tidak terpuruk selamanya, karena bangsa ini penuh 
dengan para ahli-ahli dan sarjana-sarjana yang siap diberi kepercayaan untuk 
tampil menghasilkan karya-karya yang spektakuler seperti di contohkan di bawah 
ini.
Majulah Indonesiaku, Jayalah Bangsaku kita belum terlambat untuk mengejar 
ketertinggalan ini asal kita bersatu padu membangun negeri ini dengan penuh 
semangat dan keihklasan.
Mari Majukan Bangsa ini dengan rasa tanggung jawab masing-masing sehingga 
negeri ini tetap berdiri kokoh !!!!

Maaf nglantur sekedar uneg-uneg saja

Salam
BY




________________________________
From: ery wijaya <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, July 25, 2009 2:25:28 PM
Subject: Re: [kendal-online] OOT Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan 
Australia, Singapura, Malaysia

  
Menarik sekali mas Agus, terima kasih telah memotivasi saya sebagai bagian dari 
generasi muda Indonesia. Kalau saya  boleh beropini, sampai sejauh ini 
mental-mental (atau watak) yang merendahkan kemampuan bangsa sendiri akan 
sangat sulit dihilangkan jika tidak dimulai dari mengajarkan diri kita sendiri, 
keluarga sendiri terutama putra putri kita untuk mencitai produk buatan dalam 
negeri.

Perlu jalan panjang untuk yakin pada produk bangsa sendiri seperti negara Korea 
Selatan dulu setiap warga negaranya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi 
lebih memilih menggunakan produk-produk Samsung dan LG dari pada Sony atau 
Toshiba, begitu juga dalam membeli kendaraan mereka lebih suka menggunakan KIA 
atau Hyundai dibanding Honda maupun Toyota, hingga akhirnya tidak lebih dari 15 
tahun mereka mempunyai teknologi yang setara kualitasnya dengan made in Japan 
karena adanya dorongan dari masyarakatnya sendiri sehingga market berjalan dan 
risetpun demikian. 

Sekarang bagaimana dengan kita?apakah kita lebih suka menggunakan produk pompa 
air Maspion dibanding Sanyo?ataukah lebih suka menggunakan Sepatu made in 
Cibaduyut dari pada Pakalolo?menggunaka n laptop Axio made in Surabaya 
dibanding dengan Fujitsu, Toshiba, HP atau bahkan Sonny Vaio? Pilihan ada di 
tangan kita semua untuk turut serta mengambangkan produk dan riset dalam 
negeri. Jadi gak ada yang salah kalau orang Indonesia sendiri tidak mau 
menggunakan produknya sampai kapanpun karya anak bangsa akan susah berkembang . 

Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga untuk senantiasa 
bangga akan produk dalam negeri (biarpun kata orang kualitasnya lebih rendah), 
namun insya Allah jika produsennya melihat bahwa orang-orang berminat dengan 
produknya (alias ada market) maka dia juga akan bersemangat untuk terus 
mengembangkan kualitas produk2nya dengan berbagai riset2nya...


*Bermimpi Merk Maspion akan seterkenal LG dan Samsung....dan laptop Axio 
seterkenal Sonny Vaio (sama-sama belakangnya 'O')



Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/
http://energyplanni ng.wordpress. com 







________________________________
From: agusmst <agus...@gmail. com>
To: kendal-online@ yahoogroups. com
Sent: Saturday, 25 July, 2009 11:34:49
Subject: [kendal-online] OOT Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, 
Singapura, Malaysia

  
Yth. warga KOL
Dari milis tetangga semoga dpt meberi motivasi bagi kita utk lebih maju
Jaya lah Iindonesi ku tercinta
salam hormat
agus mst

Sebuah karya anak bangsa yang Luar Biasa,
>
> 7 tahun lalu saya membaca berita disurat kabar mengenai peluncuran roket
> oleh lapan di cilacap.
> yang saya rasakan saat itu pesimis, karena roket yang diluncurkan tidak
> jauh berbeda dengan kembang api yang sering saya mainkan dikampung.
> apalagi setelah membaca curhatan dari pejabat lapan sendiri bahwa ketika
> Lapan memperoleh kemajuan yang pesat, tiba2 pemerintah saat itu
> menyunat anggaran untuk riset Lapan. Waktu itu saya pikir butuh 30-50
> tahun roket Indonesia bisa berkembang, ternyata sekarang tahun 2009
> dengan dana riset 2,5M Ilmuwan kita memperoleh kemajuan yang luar biasa.
>
> Sekedar informasi, Teknologi roket tidak ada satu negarapun yang telah
> menguasainya mau membagi Ilmu terapan dengan Warga Negara lain, kecuali
> mau pindah kewarganegaraan, itulah kenapa saya bilang ini prestasi luar
> biasa, karena Ilmuwan kita benar2 belajar dan membuat roket dengan text
> book, tanpa bantuan negara lain. sekarang ini tinggal dikembangkan ke
> SLV untuk meluncurkan roket. namun sebelumnya pengembangan untuk militer
> juga perlu, baik ground to ground, ground to air, air to air dan air to
> ground selanjutnya menjadi rudal balistik.
>
> Merdeka...
>
> Iwan Yoga Andaya wrote:
>> FYI, dari milis sebelah.
>> Ternyata bangsa sebesar dan sehebat ini, tidak didukung penuh oleh
>> pemerintahan
>> yang dipilih oleh rakyat sendiri.

Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia
Oleh Cardiyan HIS
Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas
kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini
dijegal
justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah
yangsering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya
buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya.
Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan
ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di
Indonesia yang
lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu
saja di
negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni
Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat
memberikan
daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu
membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila
struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi
ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu 
pula
semua
komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam
negeri,
termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih
diimpor.
Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun "cuma" Rp 1 milyar.
Kalah jauh
dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan
Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 
milyar.
Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 
trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa
Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama 
Nano Satellite
sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada
ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik.. Bila ini terlaksana 
Indonesia akan
menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan
sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club"
bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan?
Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan
damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat 
Indonesia. Maka
otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket
sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka 
sekarang ini
pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, 
maka
Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia.
Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan
Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok 
Ambalat.
Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh 
dari utara yakni
Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di
masa depan .

CN 235 Versi Militer
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama "nyaho" kehebatan
insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket
RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih 
jauh dari
CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang
sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan
dukungan dana dari pemerintah.
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut
pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi
terlalu
banyak ("cuma" Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan
lain-lain) dan
hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki
mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235
terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40
insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah
penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat
mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat 
cukup ditambah satu saja
CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang 
ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang
Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya
insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista 
dibilangin orang
Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa:
"Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya 
lebih murah".
Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus 
tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen 
teknologi dengan
membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri,harus
dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli
pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work.
Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat
tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda 
dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan 
Kredit Ekspor
sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung 
oleh duniaperbankan,
agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon
pembeli asing yang tak bisa bayar cash.-






      

Kirim email ke