saya jadi tahu maksud bung sukarno mengirim org2 utk belajar di luar 
negeri..utk menyerapi hal2 yg positif disana..kemudian dibawa kesini utk 
dipraktekan hal2 yg tdk ada disini bukan utk merubah budaya kita tapi merubah 
hal2 yg negatif menjadi hal2 yg postif..tapi tidak kesampean krn org2 yg 
dikirim bung karno itu tdk boleh balik ke indonesia oleh suharto krn takut ada 
org yg berani menggulirkan tahtanya..sampe2 keluarga sukarno jg tdk boleh 
bersekolah..
 
LAURENCIA 

 

________________________________

From: Hary Johari Mansur <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, December 12, 2008 18:11:43
Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA] Re:Keris milik Malaysia??

setahu saya irama musik keroncong bukan kebudayaan asli Indonesia apalagi 
Malaysia, yang saya tahu keroncong itu budaya dari Portugis.... sehingga 
keroncong berkembang pesat di wilayah2 yang sempat menjadi tanah jajahan 
portugis seprtti daerah Tugu di jakarta utara.. atau mngkin juga keroncong 
merupakan akulturasi budaya antara budaya portugis dengan budaya lokal 
Indonesia... .
apakah malaysia mengenal keroncong juga? mungkin saja, karena Malaka sempat 
dukuasai juga oleh portugi sekitar tahun 1511...




________________________________
From: tono dj <tono_dewadjie@ yahoo.com>
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, December 11, 2008 7:49:45 AM
Subject: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??


itulah munafiknya Malaysia, mengaku sebagai negara Islam (Konstitusi Malaysia 
Islam sebegaia agamanegara) tapi mencuri hampir semua karya budaya Indonesia.
Dari Tari Kuda kepang/kuda lumping, Tari Piring. Tari Lilin, Barongan, Batik, 
Angklung, Keris.

Keris asli budaya Jawa sejak abad 6, salah satu bukti di refile Candi borobudur 
asal relief proses membuatan keris. Ketika Zaman Keemasana Majapahit, budaya 
keris ini menyebar hampir keseluruh Nusantara.

Kata Batik sendiri adalah asli bahasa Jawa : "ba ato mba" awalan dalam bahasa 
Jawa asli melakukan atao menulis titik-titik.

saya lebih setuju tarik Dubes Indonesia, kita harus berani tegas, saat ini di 
Negara Bag Johor, Sultan Jihor memerintahan siaran Keroncong dan gamelan di 
Radio Johor non stop 24 jam 2x seminggu dikelola oleh Lembaga Warisan Johor.

Nantinya orang akan lupa bhawa Keroncong karya lokal jenius Indonesia, speprti 
halnya orang lupa dan tidak tau bahwa Bunga Tulis asalnya dari Turki, saat ini 
orang lebih mengenal Belanda sebagai Negara Tulip




________________________________
Dari: respati adr sastrosoewignjo <reszzp...@yahoo. com>
Kepada: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Terkirim: Kamis, 7 Agustus, 2008 22:03:01
Topik: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??


Hm, jadi inget setaun lalu pas rame2 klaim Malaysia atas batik, saya iseng 
browse batik malaysia. Harus diakui meski motif batik2 mereka jauh di bawah 
batik kita, cara mereka mempresentasikan batik sebagai 'kebudayaan mereka' 
terbilang PD. 
Ada satu situs http://www.bahasa- malaysia- simple-fun. com/batik- malaysia. 
html yang menjelaskan kata batik berasal dari "Malay word for amba and titik".

Saya kontak penulis; saya sampaikan bahwa penggunaan kata 'Malay' di situ 
tidaklah tepat. Mungkin 'Malay' yang dimaksud penulis adalah 'Melayu' (sehingga 
batik dapat dianggap kebudayaan umum bangsa2 melayu). Namun penggunaan kata 
tersebut akan menimbulkan kesan seolah kerajinan tersebut berasal dari 
Malaysia. Padahal, kata2 tersebut berasal dari bahasa Jawa. Hm...tampaknya 
sudah diralat...

Dari artikel yang ditulis soal keris, penggunaan kata Malay memang bisa 
'menyesatkan' , antara Malaysia, atau Melayu (sebagai rumpun). Namun karena di 
artikel tersebut disebut 'Malay kingdom', tampak penulis memang merujuk pada 
Malaysia sebagai suatu bangsa. Kalau kingdoms (plural), masih bisa dimaklumi 
bahwa yang dimaksud adalah suatu rumpun bangsa di Asia Tenggara. However, 
istilah 'keris' berasal dari bahasa Jawa, yang artinya kurang lebih 'menusuk'.

Bicara soal klaim negara tetangga atas hasil budaya kita, kerap dipakai argumen 
bahwa both nations share common culture and values, bisa saja mereka klaim ini 
- itu sebagai hasil budaya mereka (juga); menulis this craft/dance/ culture 
originated from Malay (memanfaatkan 'ambiguitas' kata 'Malay'), dan jurus-jurus 
lain. Namun saya pikir masih ada 'celah' lain untuk menguji apa klaim mereka 
benar atau tidak. 
Contoh, alat musik angklung. Mereka sempat mengklaim angklung sebagai milik 
mereka; tapi perhatikan: antara daerah Sunda (asal angklung) dan Malaysia 
dipisahkan oleh pulau Kalimantan: apakah alat musik tersebut dikenal juga di 
Kalimantan? Bahkan masyarakat Jawa Tengah yang paling dekat dengan mereka pun 
tidak memainkan alat musik ini. Apakah masyarakat Kalimantan memakai istilah 
'beta' untuk kata ganti orang pertama?

  
Sebagai komunitas yang peduli warisan bangsa, perlu was-was saja atas apapun 
yang diklaim negara tetangga. Beberapa bulan lalu di Gatra ditulis bahwa 
beberapa oknum dari kalangan akademik Malaysia 'ketanggor' diam2 memotret 
naskah kuno Sumatera. Mungkin dipikirnya, lantaran sama2 Malay yah, jadi 
setelah dikritik orang Indonesia rame2 atas kasus Rasa Sayange, angklung, 
batik, dsb,  budaya Melayu Sumatera paling memungkinkan untuk diklaim. Be aware.
 
Anyway, ada link yang bikin saya lega, lantaran sempat baca situs yang nulis 
"wayang kulit berasal dari Malaysia". Perkara asal muasal keris, semoga link 
ini bisa membantu: http://www.unesco. org/culture/ ich/index. php?topic= 
mp&cp=ID#TOC2
 
cheers,
 
respati 

________________________________
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga! 
 



      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke