DH,
Bung GIGIH ini betul-betul gigih membela Mega, Saya sendiri sudah melihat
kenyataan bahwa Mega itu diserang dari mana-mana dan juga dibela dari
mana-mana juga. Segala macam alasan yang menyerang Mega itu pun sangat
bermacam-macam, dan rasanya saya sendir hampir hapal, Intinya
kemampuan Mega itu sangat-sangat diragukan.
Bung GIGIH, saya sendiri punya alasan untuk tidak mendukung Megawati,
yaitu saya merasa bahwa Megawati itu nggak ilmiah sama sekali.
Bandingkan misalnya dengan Prof. Amien Rais, Dr. Sri Bintang, Abdul Rahman
Wahid,dll. Orang-orang yang disebut terakhir ini mau tidak mau harus saya
akui sumbangan pikirannya yang disalurkan melalui buku-buku,
seminar-seminar, dsb. Saya sangat-sangat jarang menemui tulisan ilmiah
yang berasal dari pemikiran Megawati, jadi nggak mungkin saya mendukung
Megawati untuk saat ini. Untuk saat ini saya rasa kemampuan dan
kepemimpinan Ibu Megawati sama persis dan setara dengan ibu saya, penuh
kasih, penyabar, dan saya hormati.
Sekarang begini saja bung GIGIH dan para netters yang lain, Saya
sangat-sangat megharapkan dari anda sekalian diberikan beberapa argument :
APA KEHEBATAN DAN KUALIFIKASI MEGAWATI SEBAGAI CALON PRESIDEN. Terus
terang saya udah bosan mendengar hujatan terhadap Mega, dan saya saya
sendiri ingin mendengar alasan-alasan dari anda semua kenapa kita harus
memilih Mega jadi presiden, tentunya terlepas dari dukungan Massa PDI-P
yang banyak itu.
Terus terang, andaikan saya menganggap massa Golkar dan PDIP, atau
massa yang lain nggak ada, saya tetap meragukan Megawati bisa menyaingi
kualitas Habibie ataupun kualitas Amien Rais, dll ???
Soalnya jabatan presiden kan nggak main-main, jabatan presiden nggak sama
dengan jabatan ketua-kelas ?? hehehe....
Note :
Saya bukan pendukung Habibie, Meski dia pintar,Dosanya bejibun,
tapi dia punya pendukung buanyakkk..., ironis yah...
On Thu, 24 Jun 1999, GIGIH NUSANTARA wrote:
> Mega, presiden
>
> Gelombang dukungan semakin mengental, bahkan seolah merupakan gelombang
> balik yang menderas berseberangan dengan gelombang yang baru saja
> dihempaskan, yang menggunakan sejumlah isu untuk menghantam Mega
> sebagai calon presiden. Jika Anda bangun pagi, sempatkan untuk
> mendengar sejumlah kuliah subuh yang dipancarkan melalui stasiun teve,
> maka penerimaan sosok Mega sebagai calon presiden seolah 180 derajad
> dibanding yang beredar di milis ini, dengan isu agamanya itu.
>
> Selain itu, sejumlah suara di kalangan politikus pun sudah mulai
> menunjukkan sikap apa yang akan mereka ambil di kala sidang MPR nanti.
> Secara umum mereka bisa menerima Megawati.
>
> Hampir bisa dipastikan separuh lebih anggota Golkar akan menyerahkan
> suaranya kepada PDI-Perjuangan. Juga para anggota PPP. Mereka pasti
> lebih memilih untuk lebih bersiap diri menghadapi tantangan pemilu
> depan, dibanding harus mengorbankan waktu dan citranya untuk sebuah
> pemilu yang sudah ketahuan hasilnya seperti saat ini. Terlalu
> memperpanjang ribut tak bisa merubah urutan pemenang dan menghalangi
> caleg pihak lawan untuk hadir di majelis.
>
> Seperti pernah aku utarakan di milis ini, bahwa bagaimanapun, yang
> namanya undi sudah dilempar. Semua sudah sepakat untuk melaksanakan
> pemilu, tanpa ada prasyarat apa-apa, seperti soal gender, serta strata
> pendidikan. Bahkan boleh jadi (bukan berniat sinis mas Pudyo) mereka
> mengira bahwa PDI-Perjuangan menyimpan borok-borok (Mega yang wanita,
> pernah mengunjungi pura, pendidikan cuma SMA, dan massa yang tak
> berpendidikan) yang membuat tersungkur di saat pemilu. Sayang, sejarah
> menoreh catatan yang lain.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!