Masuk akal,
Terus terang argument Anda di bawah sangat bagus dan bisa diterima.
Dalam Konteks demokrasi di Indonesia, tentunya apa yang terjadi di Negeri
sono nggak akan bisa di telan bulat-bulat oleh bangsa Indonesia. Ingat,
mau-tidak mau Indonesia masih dalam proses demokrasi.

Demokrasi, Semua orang bebas punya pendapat sendiri-sendiri asal sesuai
aturan demokrasi itu sendiri dan UU yang berlaku.

Penolakan Mega dengan alasan GENDER (Karena perempuan), jelas bertentangan
dengan aturan demokrasi dan UU yang berlaku, tapi sebagai negara yang
menghormati dan melindungi agama orang yang memunculkan isu gender tidak
bisa disalahkan karena itu sesuai dengan ajaran agama mereka.

Dukungan mengerikan terhadap Mega, Cap Jempol Pake Darah, tentunya sangat
bertentangan dengan prinsip demokrasi, Intimidasi namanya. Bayangkan kalau
pendukung Habibie melakukan hal yang sama, jadinya PERANG barangkali.

Jadi, setiap orang boleh mengungkapkan pendapat asal sesuai aturan, kalau
bisa isu gender, jempol pake darah itu harus dihindari dan butuh kesadaran
dari elite-elite politik untuk menyadarkan anak bawahannya.

Dalam konteks mengakui kekalahan, Kembali saya harus salut terhadap Prof.
Amien Rais.

Aturan di Indonesia, andai kita di Amerika, kita bisa langsung pilih
presiden jagoan kita. Di Indonesia, harus melalui MPR. Itulah aturannya
dan itu harus kita hormati, apapun hasil pilihan MPR. Kalau mau fair, ada
baiknya kita ganti UUD kita sekalian. 

Inilah demokrasi, mari kita belajar bersama, belajar menerima kekalahan,
belajar menerima kemenangan.
 
  

On Tue, 29 Jun 1999, Martin Manurung wrote:

> Let democracy works...
> 
> Sewaktu Margareth Thatcher diganti dari jabatan PM karena partainya kalah,
> ia digantikan oleh John Major. Mengapa Maggie sampai diganti? Padahal
> perekonomian Inggris sedang hebat-hebatnya, pounds sedang kuat dan
> pengangguran mencapai titik terendah. Maggie pun sudah proven memimpin
> Inggris dengan segala kualifikasinya, sementara Major masih diragukan.
> Ternyata rakyat Inggris punya alasan yang mungkin menurut anda
> "memprihatinkan", yaitu: BOSAN. Ya, mereka bosan karena Maggie sudah
> berkuasa belasan tahun, mereka ingin ada wajah baru yang walaupun belum
> proven, tapi wajah baru. Itulah demokrasi! Suara rakyat --betapapun
> "memprihatinkan"nya-- adalah penentunya.
> 
> Jadi, Mengapa Megawati sebaiknya menjadi Presiden RI? Jawabnya sederhana:
> karena rakyat melalui Pemilu sudah memilih partainya (yang sejak jauh-jauh
> hari telah mengajukan Megawati sebagai  calon Presiden) menjadi pemenang
> Pemilu!
> 
> Lalu, bagaimana dengan Prof.Dr. Amien Rais yang hebat dan pintar itu? Karena
> PAN-nya hanya mendapat sedikit suara (sekitar 8%), maka baiklah ia menjadi
> oposisi yang akan menyeimbangkan kekuasaan. Itu juga prinsip dari Pak Amien.
> Memang PDI Perjuangan hanya mendapat 40% suara, dan tidak 60% suara. Tapi,
> saya yang mencoblos PDI Perjuangan, merasa senang bahwa PDI Perjuangan tidak
> menang 60%, tetapi cukup 40%. Mengapa? Sebab dengan suara 40%, maka PDI
> Perjuangan cukup legitimated menjadi pemerintah yang baru, tapi tidak cukup
> kuat untuk menjadi penguasa tunggal, apalagi diktator. PDI Perjuangan akan
> memiliki partner tanding demokrasi yang handal; yaitu PAN dengan Amien
> Rais-nya. Bagi saya, itu adalah suatu proses demokrasi yang sangat baik,
> jadi biarkanlah demokrasi bekerja!
> 
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 29 Juni 1999 18:07
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Mega presiden
> 
> 
> DH,
> Bung GIGIH ini betul-betul gigih membela Mega, Saya sendiri sudah melihat
> kenyataan bahwa Mega itu diserang dari mana-mana dan juga dibela dari
> mana-mana juga. Segala macam alasan yang menyerang Mega itu pun sangat
> bermacam-macam, dan rasanya saya sendir hampir hapal, Intinya
> kemampuan Mega itu sangat-sangat diragukan.
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke