Salam,

Saya pikir untuk saat ini kita harus membiarkan ibu mega memimpin karena dia
didukung secara tidak rasional oleh begitu banyak penggemarnya, tahukah
anda, bagaimana tingkat ke-fanatikan dari massa pendukung beliau tersebut,
sungguh sangat mengherankan, mereka begitu memiliki rasa kesetiaan yang
begitu besar, sampai rela berpanas-panas, rela menunggu-nunggu kedatangan
ibu mega ini, begitu ibu mega bicara, semua massa terdiam, tersihir
mendengarkan semua perkataan beliau,

Dalam keadaan semacam ini, siapa peduli terhadap ke-intelektualan tokoh tsb,
siapa peduli pada kemampuannya, karena hal semacam tersebut telah terhapus
oleh kharisma (mungkin turunan atau ada pusaka kewibawaan) ibu mega tsb.

Jadi, biarkan sajalah ibu mega memimpin agar terlihat kemampuannya secara
jelas, jika tidak, maka pendukungnya akan tetap tersihir oleh kharismanya
itu, dan tidak ada alasan bagi kita untuk menggusurnya, tapi jika beliau
memang mampu yah, bagaimanapun juga harus kita dukung,

-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, June 29, 1999 5:54 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Mega presiden


>DH,
>Bung GIGIH ini betul-betul gigih membela Mega, Saya sendiri sudah melihat
>kenyataan bahwa Mega itu diserang dari mana-mana dan juga dibela dari
>mana-mana juga. Segala macam alasan yang menyerang Mega itu pun sangat
>bermacam-macam, dan rasanya saya sendir hampir hapal, Intinya
>kemampuan Mega itu sangat-sangat diragukan.
>
>Bung GIGIH, saya sendiri punya alasan untuk tidak mendukung Megawati,
>yaitu saya merasa bahwa Megawati itu nggak ilmiah sama sekali.
>Bandingkan misalnya dengan Prof. Amien Rais, Dr. Sri Bintang, Abdul Rahman
>Wahid,dll. Orang-orang yang disebut terakhir ini mau tidak mau harus saya
>akui sumbangan pikirannya yang disalurkan melalui buku-buku,
>seminar-seminar, dsb. Saya sangat-sangat jarang menemui tulisan ilmiah
>yang berasal dari pemikiran Megawati, jadi nggak mungkin saya mendukung
>Megawati untuk saat ini. Untuk saat ini saya rasa kemampuan dan
>kepemimpinan Ibu Megawati sama persis dan setara dengan ibu saya, penuh
>kasih, penyabar, dan saya hormati.
>
>Sekarang begini saja bung GIGIH dan para netters yang lain, Saya
>sangat-sangat megharapkan dari anda sekalian diberikan beberapa argument :
>APA KEHEBATAN DAN KUALIFIKASI MEGAWATI SEBAGAI CALON PRESIDEN. Terus
>terang saya udah bosan mendengar hujatan terhadap Mega, dan saya saya
>sendiri ingin mendengar alasan-alasan dari anda semua kenapa kita harus
>memilih Mega jadi presiden, tentunya terlepas dari dukungan Massa PDI-P
>yang banyak itu.
>
>Terus terang, andaikan saya menganggap massa Golkar dan PDIP, atau
>massa yang lain nggak ada, saya tetap meragukan Megawati bisa menyaingi
>kualitas Habibie ataupun kualitas Amien Rais, dll ???
>Soalnya jabatan presiden kan nggak main-main, jabatan presiden nggak sama
>dengan jabatan ketua-kelas ?? hehehe....
>
>Note :
>Saya bukan pendukung Habibie, Meski dia pintar,Dosanya bejibun,
>tapi dia punya pendukung buanyakkk..., ironis yah...
>
>On Thu, 24 Jun 1999, GIGIH NUSANTARA wrote:
>
>> Mega, presiden
>>
>> Gelombang dukungan semakin mengental, bahkan seolah merupakan gelombang
>> balik yang menderas berseberangan dengan gelombang yang baru saja
>> dihempaskan, yang menggunakan sejumlah isu untuk menghantam Mega
>> sebagai calon presiden. Jika Anda bangun pagi, sempatkan untuk
>> mendengar sejumlah kuliah subuh yang dipancarkan melalui stasiun teve,
>> maka penerimaan sosok Mega sebagai calon presiden seolah 180 derajad
>> dibanding yang beredar di milis ini, dengan isu agamanya itu.
>>
>> Selain itu, sejumlah suara di kalangan politikus pun sudah mulai
>> menunjukkan sikap apa yang akan mereka ambil di kala sidang MPR nanti.
>> Secara umum mereka bisa menerima Megawati.
>>
>> Hampir bisa dipastikan separuh lebih anggota Golkar akan menyerahkan
>> suaranya kepada PDI-Perjuangan. Juga para anggota PPP. Mereka pasti
>> lebih memilih untuk lebih bersiap diri menghadapi tantangan pemilu
>> depan, dibanding harus mengorbankan waktu dan citranya untuk sebuah
>> pemilu yang sudah ketahuan hasilnya seperti saat ini. Terlalu
>> memperpanjang ribut tak bisa merubah urutan pemenang dan menghalangi
>> caleg pihak lawan untuk hadir di majelis.
>>
>> Seperti pernah aku utarakan di milis ini, bahwa bagaimanapun, yang
>> namanya undi sudah dilempar. Semua sudah sepakat untuk melaksanakan
>> pemilu, tanpa ada prasyarat apa-apa, seperti soal gender, serta strata
>> pendidikan. Bahkan boleh jadi (bukan berniat sinis mas Pudyo) mereka
>> mengira bahwa PDI-Perjuangan menyimpan borok-borok (Mega yang wanita,
>> pernah mengunjungi pura, pendidikan cuma SMA, dan massa yang tak
>> berpendidikan) yang membuat tersungkur di saat pemilu. Sayang, sejarah
>> menoreh catatan yang lain.
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke