Mas Komkom..., gaul dong sama berita
Yang membentuk "pasukan Jihad" itu adalah Tim Suksesnya Habibie.... Itu
pemaksaan kehendak juga nggak ya?
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 03 Juli 1999 8:05
Subject: Re: [Kuli Tinta] Mega presiden
Hehee....
Amit-amit bung Martin mau jihad ?
Jangan sampai deh......
Kalau sampai ada pasukan jihad itu, mending aku masuk WANRA deh, biar bisa
melawan pasukan jihad itu.
Bung Martin, Selamat "berjihad" untuk menggolkan Megawati.
On Fri, 2 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
> He..he..he..., kalau mengerahkan "pasukan Jihad" untuk mendukung
> kepresidenan salah satu tokoh gimana tuh?
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 02 Juli 1999 17:03
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Mega presiden
>
>
> On Wed, 30 Jun 1999, Martin Manurung wrote:
>
> > Para Ulama pesantren yang berkumpul di Jateng sudah tegas mengatakan,
> bahwa
> > isu gender yang dikaitkan dengan agama itu adalah lebih pada memakai
agama
> > untuk kepentingan politik. Berarti, memakai isu tersebut belum bisa
> > dikatakan "sesuai dengan ajaran agamanya". Dan yang sangat jelas: isu
itu
> > bertentangan dengan demokrasi. Bung Komkom, dalam replynya ini memakai
> > standard ganda (bukan glodok standard lho, he..he..he..); kalau pakai
isu
> > agama boleh tapi kalau bikin jap jempol tidak boleh. Bagi saya, keduanya
> > tidak boleh dilakukan. Biarkan saja demokrasi bekerja. Sebab bila
> demokrasi
> > bekerja, kita tidak mempolitisasi agama dan karena itu, tak perlu juga
> bikin
> > jap jempol.
> >
> Begini bung Martin,
>
> Maksuda saya kan begini, Kelompok yang mengaku sebagi Islam itu silahkan
> saja menggunakan argument ajaran agamanya untuk menolak Megawati. Saya
> rasa itu sah-sah saja dalam demokrasi, kan bebas berpendapat.
> Yang penting itu hanya sebatas pendapat, dan tidak ada yang namanya
> mobilisasi Massa besar-besaran dan pemaksaan.
>
> Nah kalau jempol darah kan sudah mengarah ke ancaman dan teror, mestinya
> mereka (para pendukung PDIP) nggak perlu merasa terdesak dengan
> serangan-serangan anti PDIP dan anti Megawati, tetap aja gunakan mekanisme
> argumentasi dan adu pendapat aja, jadi nggak perlu sampai mobilisasi massa
> kayak yang di Jawa TImur/ Tengah itu.
>
>
> Kan, jadi imbang, kalau diserang dengan argument ya jawab dengan argument,
> Nggak perlu MOBILISASI MASSA dan INTIMIDASI, apalagi pake darah-darahan
> atau sumpah-sumpahan.
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!