Gimana to Embah ini, kok dianggap cuma lambang-lambang ? Kedua epos
itu sangat dihayati oleh orang Jawa. Cerita Ramayana, Rama Tambak
misalnya sebenarnya adalah kisah sukses Raja Erlangga yang
mensejahterakan rakyatnya karena membendung sungai brantas (namanya
porong, jadi nama kecamatan sekarang di selatan Surabaya). Agar
legitimasi kekuasaannya diakui oleh para brahmana, maka kisah sukses
dia ditempelkan di cerita Ramayana. Erlangga juga diwujudkan sebagai
Wisnu (bukan WAM) dewanya kaum tani, karena kesuksesan dia
memakmurkan masalah pangan. Arjunawiwaha, atau Bharatayuda karangan
Sedah dan Panuluh dipakai untuk legitimasi pertikaian antara Jenggala
dan Panjalu. 

Punokawan Semar Gareng cs yang asli made in Jawa itu, sebenarnya
adalah usaha rakyat Jawa untuk masuk dalam lingkaran kekuasaan
raja-raja Jawa serta kekuasaan para brahmana, yang dimodelkan pakai
Mahabarata dan Ramayana. Hamengkubuwono juga mengambil kisah wayang
untuk mensahkan tindakannya saat mengkhianati Pangeran Diponegoro.
Soeharto yang suka sama Semar adalah contoh bagaimana orang mencoba
mensahkan tindakannya lewat cerita Mahabarata. Sekarang beberapa
kalangan ada yang bilang bahwa GD ibarat Semar, entah kentutnya,
entah omongannya. 

Dulu jaman Belanda bila besluit(SK) jadi guru keluar, biasanya orang
yang bersangkutan selalu nanggap wayang Sumantri ngenger, yang
melambangkan perjalanan seorang rakyat biasa yang mengabdi pada
penguasa (Belanda), meski dalam pengabdiannya dia harus
menutup-nutupi/mengorbankan adiknya yang jelek (asal-usulnya)agar dia
sukses (kayak kisah Malin Kundang).

Apa itu cuma lambang saja ?

chevia

--- mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> bagiku, mbak che.. mahabarata hanya sekedar sajian
> lambang-lambang amalan dan "unduh-unduhan"-nya orang
> hidup. inti cerita itu hanya menunjukkan bahwa seseorang
> berjiwa besar yang sangat teguh dan setia pada sumpah
> dan kedudukannya, harus membayar segala-galanya untuk
> mencapai "hakikat maqomah"-nya. dia harus rela terpisah
> dari segala urusan dunia, termasuk ber-keturunan. dia pun
> harus rela menentukan sendiri saat "mati"-nya. (bayangkan
> kalau manusia faktual diberi kekuasaan menentukan saat
> matinya... hiiiiyyyy ngeriiiii...). keluhuran pandawa dan
> kejelekan kurawa hanyalah "kembang-kembang" cerita saja.
> kebijaksanaan semar dan kecerdikan kresna hanyalah
> ilustrasi, pembumian kekuatan dewa-dewa nuuun di khayangan
> antah berantah sana.
> 
> yang penting adalah membaca lambang-lambang itulah. sayang
> hanya sedikit yang mau dan mampu....
> 
> salam,
> 
> 
> ngesoel lagi


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke