----Original Message Follows----
From: che <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Guru (sisi yang lain lagi)
Date: Fri, 14 Apr 2000 06:15:47 -0700 (PDT)
Mbah yang mbah sebutkan itu khan tafsiran yang sudah diperbarui.
Perkara bagaimana wayang itu sangat berpengaruh, bisa dibaca
dibukunya Magnis Suseno perkara wayang, bukunya tipis, terbitan
Gramedia mungkin.
------------------->
nyusul posting yang barusan... (lupa nggak nyantumin aslinya
dari mbak che)
tafsiran yang diperbaharui menurutku lebih plek-si-bel
kok mbak. kalau yang kuno atau yang dipakem-kan atau
dibakukan... kelihatannya kok seperti berjalan diatas
titian sementara itu dikanan-kiri berdiri tembok tuingiiii
sekali.
kalau jalan yaaa mirip dengan kuda berkacamata lah...
musti luruuuuus terus, kagak boleh belak-belok.
apalagi mompar-mampir.
namun khusus buat wayang-mewayang ini kebanyakan justru
dari yang kuno-kuno itu, yang kepegang. ditambah dengan
improvisasi pribadi setelah nonton atau ngebyar ndengerin
siaran radio amatir (RETJO PENTHUNG)
lha ini... jadi ingat. di sini kalau menurut pandangan
pak hasan, terjadi ISOLASI berat di dunia RADIO AMATIR
ini.
dulu tahun 60-an akhir hingga 70-an awal, demikian bebasnya
aku ikutan ndenger siaran radio asing, RRI-programa daerah
bahkan RRI-BENGKULU-PALEMBANG pun aku masih sempat mendengar
berita daerahnya dari lereng Gn. Merapi (Jateng).
bahkan ketika SMP diajari mbengkel radio, otak-atik bikin
antene ngawur-ngawuran... sempat nangkep RRI dari indonesia
timur (IRAMASUKA? hahahaaa).
lantas waktu selanjutnya... kegemaran berkelana di angkasa
RRI atau radio asing punah sudah setelah pemerintah menetapkan
BAND AM dan FM buat radio amatir yang diikuti dengan para
pedagang radionya yang cuman menyediakan radio 2 band AM/FM itu.
betul-betul isolasi angkasa berhasil melingkupi seluruh
rakyat indonesiaaaaa... (baru sadar aku sekarang, karena
sering nonton pajangan dagangan radio sampai 21 band SW dan LW)
salam
-------------
SOEL
-------------
--- mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> pagelaran SEDEPA tak akan terwujud tanpa hadirnya
> TANGAN KI DALANG dan bertumpuknya wayang SIMPINGAN.
> Tangan Ki Dalang tak akan menarik tanpa ada Gamelan
> dan lengkingan PESINDEN serta berisiknya GEBYAK.
> dan semua pagelaran itu tidak akan nampak indah tanpa
> adanya latar belakang layar berwarna PUTIH. ibaratnya sebuah
> file dokumen yang warna font-nya sama dengan back-ground-nya,
> tak akan nampak, mbak. maka kenalilah latar belakang dari
> setiap pesan fenomenik sebuah faktum, sekalipun hanya berupa
> sebuah BINTIK HITAM. ibarat filsafat biduk, maka biduk itu hanya
> menunjukkan kehadiran SAMUDRA.
>
> itu lho mbak che, lambang-lambang yang mampu tak baca...
>
> salam,
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!