Saya juga berharap seperti itu, kesejahteraan guru meningkat, kualitas murid meningkat. Tapi logika ini terpatahkan bila kita melihat guru-guru yang rata-rata kwalitasnya baik di jaman Belanda dulu, yang menghasilkan banyak manusia berbudi baik dan bermutu. Meski gaji mereka kecil, mereka memperoleh penghargaan/penghormatan sebagai manusia. Karena mereka dianggap pemegang otoritas tertinggi dalam informasi dan semua mata tertuju pada mereka. Meski hal ini semu dan rapuh sekali, penghargaan dan penghormatan ini kupikir yang merangsang mereka bekerja sebaik-baiknya agar murid menjadi baik. Lebih jauh lagi pada jaman itu pendidikan ditekankan pada aspek Humaniora (land, taal, volkunde bener enggak nih Holland spreken-nya). Jaman orba (orla enggak tau) guru dijadikan sapi perah oleh departemennya sendiri, ada pergeseran nilai budaya, karena derasnya informasi. Sayangnya informasi itu lebih banyak iklannya. Hal ini semakin lama semakin mengurangi kehormatan guru. Pendidikan lebih ditekankan pada science. Karena dianggap disitulah kunci sukses anak didik untuk meraih kerja. Dari sinilah model pawang itu muncul, sekolah jadi seperti diklat, karena musti memenuhi kebutuhan industri. Penghargaan pada kemanusiaan jadi berkurang. Profesi guru akhirnya jadi bahan tertawaan. chevia --- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada satu note tentang korelasi antara gaji guru dan mutu murid. > Sebetulnya > sampai satu garis tertentu sudah terang ada. Gaji yang amat kurang > seperti > selama ini , amat menghambat konsentrasi guru. Gaji yang tinggi > pula bakal > menarik banyak manusia cerdas untuk berprofesi guru. Masak tidak > ada > hubungan antara guru cerdas dan mutu ajarannya ? Setelah makan > cukup , > tempat berteduh memadai, barulah manusia sempat untuk mikir budaya. > > Wassalam. > Abdullah Hasan. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Send online invitations with Yahoo! Invites. http://invites.yahoo.com - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
