Aku pernah membaca artikel beruntun selama 10 hari
di koran untuk Anak SD, terbitan Asahi Shimbun. Judul
artikel itu Hajimari Ha (Pada Mulanya). Tertarik aku mengko-
leksi koran SD itu, karena yang dibahas SEJARAH PAKAIAN
(kimono no rekisi)
Di situ diterangkan bahwa suku bangsa yang mengenal "kain"
dengan membuatnya dari serat alam (sutera) adalah bangsa
China (hikayat/legenda Kaisar Kuning). Bangsa China juga
yang pertama kali mengenakan pakaian berlengan panjang
dan celana panjang seperti yang sering kita lihat di film-2
kungfu. Dan bagian dari bangsa China ini pula yang mengenakan
"kerudung kepala" dan "surban" karena badai pasir gurun
Gobi di musim panas melanda ke mana-mana, malah
debunya membuat "merah kekuningan" di langit.
Bangsa-bangsa lain belum mengenal pakaian berlengan
dan bercelana. Paling-paling membalut tubuh dengan
belulang atau kulit kayu.
Budaya berpakaian dengan pengenalan serat-2 yang
lain berkembang ke barat lewat jalur sutera utara,
mempengaruhi bangsa Uighur, Usbek, Turki, Persi
dan India, mengenakan tutup kepala.
Sementara itu dengan iklimnya yang sesuai untuk
tanaman serat alam (kapas), bangsa mesir mengenal
pertenunan kain dan membuat pakaian berlengan
pendek (T-shirt), dan celana pendeknya. Dapat
dilihat di peninggalan-2 piramid-2 atau
lukisan tembok di Lembah Raja. Pakaian ini
diadopsi oleh bangsa Yunani dan Romawi hingga
Anglo-saxon, sayang hanya bajunya saja. Bawahnya
masih tetap pakai ROK.
Peniruan berpakaian juga menular ke bangsa Asia
tenggara, juga hanya bajunya saja. Bawahnya tetap
bersarung.
Kenapa?
hal itu semuanya berkaitan dengan kondisi geografis,
iklim dan musim. Bagi suku bangsa di daerah ARID,
dapat dipastikan, memakai tutup kepala yang rapat
untuk mencegah debu/pasir ke kepala, mata atau
mulut dan hidung. Suku bangsa di daerah lembab,
lebih banyak berlengan pendek atau bersarung.
(lihat model Saree India, walaupun brukut, karena
lembab dan "sumuk", diberilah belahan di "wudel"-nya.
(sekarang India memang berubah drastis setelah
aliran Sunga Indus mengering yang membuat
budaya Mahenjodaro dan Harappa punah 2000
tahun SM. Mesir demikian juga, berubah menjadi
panas seelah periode Piramid runtuh diterjang
musim hujan berkepanjangan pada kalender
10.000 - 15.000 tahun yll, walaupun catatan menurut
kitab suci dan sejarah archeology hingga kini baru
menunjuk 4.5 - 3.5 ribu SM)
jadi berpakaian bagi manusia lebih berkenaan pada
masalah kenyamanan dan kesehatan tubuh yang
berhubungan dengan IKLIM dan GEOGRAFIS.
salam,
soeL
-------
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!