Sebelumnya, terimakasih atas tambahan wawasan sejarah pakaiannya...
mbah soeloyo wrote:
> ---dihapus---
>
> jadi berpakaian bagi manusia lebih berkenaan pada
> masalah kenyamanan dan kesehatan tubuh yang
> berhubungan dengan IKLIM dan GEOGRAFIS.
>
> salam,
>
> soeL
> -------
Pada naluri dasarnya pasti begitu. Naluri yang paling luar, fisik. Meski
mungkin ada naluri yang agak dalam ikut berperan, misalnya estetika
untuk membuat hiasan-hiasan.
Hanya pada waktu berikutnya ada nilai2x lain yang ternyata diperlukan.
Karena ternyata pakaian yang diciptakan dengan mempertimbangkan
kebutuhan dasar saja, yaitu melindungi tubuh dari keadaan alam
sekitarnya (panas,dingin, debu,, binatang, etc), tidak cukup untuk
melindungi manusia dari manusia sendiri. Ternyata ada sesuatu dalam diri
manusia yang karena pakaian2x yang tidak pantas bisa mendorong manusia
untuk menyerang sesamanya, sehingga agama dalam hal ini, mengajarkan
aturan baru, tutup ditempat2x yang disinyalir bisa membangkitkan nafsu
dan mengakibatkan hal2x yang tidak diinginkan. Lucu sebenarnya kalau
melihat tujuan awal ini, misalnya kalau dikaitkan ke jilbab, karena
sudah mulai ada orang2x yang malah gerah lihat orang pakai jilbab,
sehingga pakai jilbab jadinya bukan mengamankan, malah mungkin
membahayakan.
Naluri saya yang paling luar sih senang aja kalau semua cewek di
Jakarta pakai rok mini plus kaos U-can-C karena sudah pasti panas dan
sumuk udaranya. Tapi apa ya tepat begitu?
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!