Sebelum berkembang jadi seperti obrolan soal kapal silem, sebaiknya wak
Hasan menuliskan bagaimana koran memberitakan hal tersebut, nama koran,
kejadiannya seperti apa (menurut koran tersebut). Mungkin akan jelas, apakah
peristiwanya sampai tertuding sebagai 'tidak adanya rasa hormat', lalu
lebih-lebih yang sudah mulai ditawarkan WAM ini, yang 'Hal-hal yang begini
ini yang memperkeras tuntutan agar syariah Islam harus ditegakkan' yang
tidak saja keluar topik, tetapi malah membuka fron baru. Kok begitu
hobbinya....
------Original Message------
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: August 21, 2000 3:56:01 AM GMT
Subject: RE: [Kuli Tinta] RUANG PUBLIK & JILBAB
On Fri, 18 Aug 2000, Christian S. wrote:
> On Fri, 18 Aug 2000, Christian S. wrote:
> > CHS:
> > Saya tidak ingin memahami makna tulisan pak
> > Abdullah Hasan,
> > saya hanya ingin melihat kasus ini secara
> > jernih....
> > Sebenarnya Pabrik Garmen tidak tepat kalau
> meminta
> > pekerja untuk mencopot Jilbabnya.
> > Mengapa tidak pada saat penerimaan calon
> > pekerja/karyawan saja
> > disaring sesuai dengan aturan yang ada dan
> berlaku
> > pada pabrik tsb.
> > Apa tidak begitu.
> WAM:
> Artinya, suatu kantor/perusahaan boleh juga
> menolak kalau agama/suku
> _tidak sesuai dengan aturan yang berlaku_? Hal-hal
> yang begini ini yang
> memperkeras tuntutan agar syariah Islam harus
> ditegakkan. Anda telah
> berusaha bertindak _adil_, namun justru makin
> memperlihatkan sikap
> hipokrit. Memakai jilbab adalah kewajiban, dan
> hak, wanita Islam. Tidak
> ada urusannya orang melarang.
> CHS:
> Penerimaan karyawan tentunya disesuaikan dengan
> kebutuhan profesionalismenya.
> Katakanlah kalau yang dibutuhkan Ahli mesin
> misalnya dan yang mendaftar
> adalah insinyur sipil kan dapat menolak, karena
> profesionalismenya
> tidak sesuai.
WAM:
BUng Chris, anda ngeles dari thread awal: soal larangan memakai jilbab.
Keterangan anda sudah jelas benar. Namun nggak ada kaitan dengan topik
yang sedang dibahas.
> Begitupun kalau yang dibutuhkan adalah seorang
> untuk pembinaan SDM,
> misalnya untuk pembinaan rohani Umat Islam terus
> yang mendaftar adalah seorang
> pendeta atau pastur atau lainnya, maka tentunya
> ditolak karena sekali lagi
> profesionalismenya tidak sesuai.
WAM:
Sekali lagi, keterangan anda sudah benar. Namun tidak relevan dengan
topik.
> Kembali ke topik awal:
> Kalau mengenakan Jilbab merupakan kewajiban dan
> sekaligus hak wanita Islam,
> mungkin dapat dicari jalan keluarnya. Misalnya
> peraturan yang disesuaikan,
> atau di bagian-bagian tertentu saja yang
> diharuskan tidak boleh memakai Jilbab,
> itupun kalau alasannya sangat mendasar.
WAM:
Saya sepakat.
Mestinya dicari jalan keluar yang tidak merugikan salah satu pihak. Bahwa
memakai jilbab itu tidak bisa ditawar lagi bagi wanita Islam, itu nggak
boleh dikurangi. Bahwa demi keamanan perlu diatur pemakaian jilbab, saya
juga sepakat. Nah, tinggal bikin aturan jilbab model gimana yang boleh
dipakai. Semua _persyaratan_ terpenuhi. Selesai kan, masalahnya? Bukan
main larang pakai jilbab.
> Jadi sebenarnya apapun persoalan yang ada, kalau
> niat kita bersama
> adalah mencari solusi yang terbaik untuk
> kepentingan bersama pasti ada.
WAM:
Saya sepenuhnya sepakat dengan anda, pak Chris.
Kalau kita mau cari solusi yang _menyenangkan_ semua pihak, gampang kok.
Begitu juga dengan semua keruwetan di negara ini.
Masalahnya, seringkali, belum apa-apa sudah bilang: pokoknya enggak. Nah
ini yang repot.
Makasih bung Chris.
> Dekimikian dari saya pak Wisnu A. M.
> Regards,
> CHS
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________
FREE Personalized Email at Mail.com
Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!