----- Original Message -----
From: Christian S. <[EMAIL PROTECTED]>
Sebenarnya Pabrik Garmen tidak tepat kalau meminta
pekerja untuk mencopot Jilbabnya.
��:
Saya sependapat. Itu juga melanggar hak asasi.
Christian S:
Mengapa tidak pada saat penerimaan calon
pekerja/karyawan saja
disaring sesuai dengan aturan yang ada dan berlaku
pada pabrik tsb.
Apa tidak begitu.
��:
Saya memilikin beberapa video pabrik garmen di Asia yang memakai
Jilbab. Artinya, secara teknis tidak ada masalah. Jadi, larangan
tu mestinya, sejauh tidak ada alasan teknis, maka aturan untuk
melarang pemakian jilbab itupun di Idonesia tidak pada tempatnya.
Katakan, sebuah pabrik PMA yang beroperasi di Indonesia dan
memiliki culture yang berbeda sehingga misal karyawan harus
memakai seragam tertentu, hendaknya menyadari masasalah sosial di
Indonesia. Jilbab adalah salah satu. Itu mah pekerjaan orang HRD.
salam
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!