Alvin Lie tadi berbicara bahwa temuan Pansus
memang perlui ditindaklanjuti dan memang tidak
bisa menjadi bahan di Pengadilan. Masya Allah....
setelah Marzuki ngomong dan dunia hinar bingar
baru ngomong dan bahkan dibumbui dengan landasan
juridisnya.... he... he... lie... lie...

Selanjutnya, Alvien Lie (ini kecil, kalau besar
namanya apa Mas Dadi?) mengatakan bahwa
penggalangan isu tanda tangan di anggota DPR untuk
mempercepat SI adalah rumor...., horotoyonoh....

----- Original Message -----
From: Dadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 10, 2001 7:07 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu
Aturan untuk Gelar SI


Tindakan AR ini lebih anarkis dari massa NU di
Jatim, dan tidak lebih baik
dari diktator MHS.
Owe bilang juga ape?.......

-----Original Message-----
From: mBin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, February 09, 2001 4:52 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Kuli Tinta] AR: MPR Tak Terbelenggu
Aturan untuk Gelar SI


ar memang sudah tidak sabar ?
segala cara akan ditempuhnya..

bagaimana kalo gus dur juga pake segala cara ?
untuk mempertahankan dirinya ?

wuihhhh
lakone napa pak manteb ?


mBin
------

Amien Rais: MPR Tak Terbelenggu Aturan untuk Gelar
SI

Reporter: Aulia Andri

detikcom - Jakarta, Tekad Ketua MPR Amien Rais
untuk mempercepat
penyelenggaraan Sidang Istimewa (SI) agaknya tak
bisa dibendung lagi. Amien
mengingatkan, MPR adalah lembaga kedaulatan
tertinggi. Sehingga MPR tidak
terbelenggu dengan aturan-aturan tata tertib untuk
menggelar SI.

"Kalau keadaan makin anarkis, kemungkinan digelar
SI adalah sebuah
keniscayaan," tegas Amien Rais kepada wartawan di
ruang kerjanya di Lantai 5
Gedung Nusantara III DPR/MPR, Senayan, Jakarta,
Jumat (9/2/2001).

Amien Rais berpendapat, dalam demokrasi, pemimpin
itu biasa datang dan
pergi. "Kalau sudah tak dipercaya lagi, ya go!,"
ujar Amien. Seperti
dimaklumi, Amien menilai legitimasi Gus Dur sudah
habis begitu Pansus
Buloggate-Bruneigate melaporkan indikasi
keterlibatan dan inkonsistensi
Presiden dalam dua skandal itu.

Untuk itu, memorandum yang dijatuhkan DPR kepada
Gus Dur tidak cukup
memuaskan Amien. Karena, memorandum pertama
tersebut masih harus menunggu
memorandum kedua untuk menuju kepada SI. Amien pun
memprakarsai pertemuan
dengan para ahli hukum tata negara, untuk mencari
celah menggelar SI tanpa
melalui tahapan memorandum yang rumit.

Amien juga memprakarsai pertemuan para pemimpin
partai-partai politik besar
minus PKB. Pertemuan itu menggagas sebuah komunike
bersama untuk
mengeluarkan seruan kepada Presiden Gus Dur. Tapi
apa isi seruan itu, hingga
kini masih digodok. Diduga seruan itu tidak akan
jauh dari urusan SI dan
permintaan agar Gus Dur meletakkan jabatannya.
(smu)




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--


















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--



















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke