Martin Manurung wrote:
|Santai saja..
|Mungkin bung AH bisa melakukan sesuatu di dunia nyata bagaimana
mengalahkan
|gerakan yang anda anggap seperti "kentut" itu. The war is not over man!

******************
Kesan umum dulu. Sebetulnya agak kecewa juga ikut milis ini. Mosok
diskusi bisa ndlewer kemana-mana. Ada yg bilang "kentut" utk istilah
demo yg sebenarnya sah-sah saja di negeri demokrasi. Apalagi, ada  yg
nulis segala rupa sumpah serapah dan lepas dari materi atau subyek 
diskusi. Ela dalahhh.... ini orang-orang tua kok ngomongnya pating
pecotot ya... begitu pikir saya ketika membacanya. Tapi ya udah,
diterima azha apa adanya; daripada buat macem-macem perkara lain yg
nggak perlu. Apa mau dikata! Generasi kentut akan bilang: "Memang
barangkali
perlu 'potong satu generasi'" Lambang keputus-asaan, pada generasi yg
lebih tua yg sudah nggak bisa diharapkan memimpin bangsa ini dengan
bener.
Eeeh...tapi ada juga generasi muda yg sudah ketularan semangat generasi
'dlewer' dari yg tua.

Lucunya, fungsi DPR yang cuma mengawasi presiden, yg katanya sbg
watch-dog
atau lembaga kontrol, atau fungsi pengawasan; tidak pernah dilengkapi
dengan fungsi-fungsi lainnya.

Ada 160 undang-undang yg mungkin sekali akan sangat membantu proses
reformasi,
DPR tidak mau menyelesaikannya utk disahkan.
Ada suara-suara rakyata yg lain dengan "kicauan" mayoritas suara anggota
DPR, tidak juga digubris. Sampai-sampai seorang penulis di Kompas
mengistilahkah
DPR sekarang sebagai Tyran.

Bisa dimengerti, kalau dari 500-an anggota DPR, 365 anggota adalah
orang-orang
dari jaman Orde Baru, yang sudah menulang-sungsung ngertinya cara-cara
dan
sistem Orde Baru; ya begitulah jadinya: Tirani DPR.

Para pendukung DPR bisa bernafas lega,
namun apakah bisa menjamin bahwa tidak akan ada kentut yg terus menerus
berbunyi dari berbagai penjuru, dan menyesakkan nafasnya kemudian;
ya seperti 'kentutnya' DPR yg berbunyi: Memorandum I, II, dan SI,
yang menyesakkan nafas banyak orang yg betul-betul menghendaki reformasi
total,
hehehe...sekedar menggemakan komentar yg katanya orang-tua di milis ini.

Lekom:
Lik Uhu


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke