Mas Harry,

Saya sedih dengan rumor dan pertanyaan semacam ini.  Jawaban singkat saya adalah: 
tidak benar hal semacam itu dijanjikan ke saya.
Saya tidak bisa membuktikan bahwa tawaran itu tidak pernah ada, dan karenanya saya 
akan selalu dipojokkan oleh orang-orang yang menyebar gossip tersebut.  Adalah hal 
yang sangat mudah untuk menduga bahwa penyebar gossip tersebut adalah pendukungnya 
Sonny Keraf, atau orang Katolik, atau orang Atmajaya atau orang Indonesia timur yang 
tiba-tiba memusuhi kami karena membahayakan posisi Sonny Keraf - padahal baik saya, 
Emmy maupun Ota, tidak pernah terlintas untuk memusuhi kelompok yang konon diwakili 
oleh Sonny Keraf.

Adalah keputusan Sonny Keraf sendiri untuk menerima tawaran Gus Dur meskipun 
sebelumnya dia sudah menyatakan akan menolak, sehingga seharusnya dia menerima resiko 
membohongi Emmy dan menerima tawaran pekerjaan yang bukan keahliannya, yaitu dikritik 
dan dipertanyakan oleh siapa saja, termasuk oleh saya dan beberapa teman lain. 

Sebagai orang yang menghargai profesionalisme, saya akan mendukung pencalonan Sonny 
sebagai Menteri yang sesuai dengan bidangnya, misalnya Menteri Pendidikan atau Menteri 
Kebudayaan atau Ketua lembaga sejenis BP-7 (kalau akan dihidupkan lagi).  Saya 
mempertanyakan  etika profesionalitas Sonny, ketika dia merubah keputusannya untuk 
menerima tawaran tersebut padahal dia sendiri menganggap dirinya tidak mampu.  Yang 
saya perjuangkan dengan mengritik Gus Dur atas pilihannya ke Sonny Keraf adalah 
prinsip bahwa tidak semua portfolio kabinet bisa dibagi-bagi secara partisan, dan 
mudah-mudahan anda sepakat dengan saya bahwa lingkungan hidup adalah salah satu posisi 
yang tidak boleh dipolitisir dan dibagi-bagi atas pertimbangan politis.

Saya yakin orang tidak mau dioperasi usus buntunya (meskipun itu operasi kecil) oleh 
seseorang yang bukan dokter.  Dan saya ingin menempatkan portfolio lingkungan hidup 
setara dengan portfolio teknis lainnya.  Tujuan kritikan saya agar lingkungan hidup 
tidak menjadi komoditi politik partisan ternyata direspons secara sangat partisan dan 
negatif oleh banyak orang, termasuk yang menyebarkan gossip yang anda dengar.

Ada beberapa hal lain yang membuat saya sedih, yang saya temukan setelah saya 
melancarkan kritikan ke Gus Dur, akan tetapi hal-hal itu lebih disebabkan oleh 
kekecewaan saya kepada teman-teman lsm yang tiba-tiba menjadi partisan dan sangat 
perhitungan dalam melancarkan kritikannya.  Kalau Habibie atau Soeharto boleh 
dikrtitik, tapi kalau Gus Dur jangan, kata mereka.

Sebagai informasi anda, kalaupun mbak Erna jadi Meneg LH, saya yakin saya tidak akan 
ditawarkan posisi Asmen atau Deputy oleh mbak Erna, karena dia tahu bahwa saya akan 
menolak.  Tahun 1991, sepulang saya dari program Master di Boston dan ketika Bapedal 
baru berdiri, saya ditawarkan posisi sebagai Sekretaris BAPEDAL oleh Ketua BAPEDAL dan 
dengan rendah hati saya tolak tawaran tersebut.  Ketua BAPEDALnya pada beberapa minggu 
setelah saya menolak tidak bisa mengerti dan tidak ingin bertemu saya, akibat 
penolakan tersebut.  Adalah hal yang aneh kalau saya sekarang menerima tawaran menjadi 
Asmen atau Deputy Meneg LH.

Berhubung anda memulai diskusi ini, saya ingin menyampaikan kesedihan saya ketika 
melihat Kompas melakukan manouvering yang sangat partisan dengan menampilkan foto Emmy 
bersalaman dengan Gus Dur dengan caption yang salah, dan yang hari ini sudah diralat 
dengan memasukkan berita bantahan Emmy.  Yang tidak membuat saya gembira membaca 
berita bantahan Emmy hari ini, adalah ketika menemukan kalimat yang menempatkan Kompas 
sejajar dengan Pos Kota.  Saya rasa anda harus mempelopori diskusi reflektif di dalam 
Kompas agar tidak terjerumus lebih dalam dalam politik partisan.

Salam - Pungki


>>> "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]> 11/02 11:29 PM >>>
Mas Pungki dan Mbak Emmy,
Saya dengan rumours, sikap Anda berdua menentang Pak Sonny karena sebelumnya sudah ada 
tawaran pasti, kalau Menlhnya Mbak Erna, Anda berdua akan menjadi Deputinya. Tetapi 
rupanya kenyataan berbicara lain. Kayaknya rumour seperti itu perlu diclearkan demi 
perjuangan LSM lingkungan. Karena itu saya menanyakan ini kepada Anda berdua. Saya 
bertanya tanpa ada pretensi apa-apa. Saya cuma tidak ingin perjuangan teman-teman LSM 
tidak dihargai lagi.
Salam,
Harry Surjadi

                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                  !
                                                                                       
                                                                                       
                                                                                       
                                                                       

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke