dear Harry & Pungki,

terimakasih banyak kalau anda sekalian ikut bantu menghilangkan rumours
yang sama sekali tidak benar ini.

Dari saya:
pertama, saya tidak pernah ada deal dengan teman-teman lsm siapapun untuk
jadi apapun, karena memang tidak pernah ada kepastian apa-apa sampai
pengumuman susunan kabinet di TV, dimana saat itu baru saya tahu bahwa saya
dapat portfolio Pengembangan Wilayah, dan Sony dapat LH.
Jadi boro-boro nawarin orang saat itu, sekarangpun di Kimbangwil saya belum
isi echelon satu ke bawah saya karena mau rekrutmen (dari kalangan
birokrat/PT) berdasarkan merit.
kedua, kalaupun saya jadi, saya tidak akan meminta teman-teman lsm untuk
masuk birokrasi di bawah saya, karena lsm lebih effektif sebagai lsm, dan
kalau pimpinannya dicomot begitu saja justru akan memperlemah lsmnya. Saya
hanyalah harus menjadikan birokrasi lebih 'ramah lsm', dan dalam rangka
good governance lebih transparan, accountable, partisipatif. Saya akan
membawa birokrasi di bawah saya untuk bermitra dengan lsm (yang tetap di
luar) dalam kapasitas dan kekuatan masing-masing lsm: ada yang policy
development, ada yang dalam pemberdayaan masyarakat rentan, ada dalam
monitoring & evaluasi, dll, tapi tidak masuk dalam birokrat.

kira-kira begitu, saya juga masih 'berlayar sambil bikin perahu' (term yang
teman-teman lsm kurang suka, tapi begitulah adanya).


salam,

mbak erna


 

At 03:01 PM 11/3/99 +0700, Agus Purnomo wrote:
>Mas Harry,
>
>Saya sedih dengan rumor dan pertanyaan semacam ini.  Jawaban singkat saya
adalah: tidak benar hal semacam itu dijanjikan ke saya.
>Saya tidak bisa membuktikan bahwa tawaran itu tidak pernah ada, dan
karenanya saya akan selalu dipojokkan oleh orang-orang yang menyebar gossip
tersebut.  Adalah hal yang sangat mudah untuk menduga bahwa penyebar gossip
tersebut adalah pendukungnya Sonny Keraf, atau orang Katolik, atau orang
Atmajaya atau orang Indonesia timur yang tiba-tiba memusuhi kami karena
membahayakan posisi Sonny Keraf - padahal baik saya, Emmy maupun Ota, tidak
pernah terlintas untuk memusuhi kelompok yang konon diwakili oleh Sonny Keraf.
>
>Adalah keputusan Sonny Keraf sendiri untuk menerima tawaran Gus Dur
meskipun sebelumnya dia sudah menyatakan akan menolak, sehingga seharusnya
dia menerima resiko membohongi Emmy dan menerima tawaran pekerjaan yang
bukan keahliannya, yaitu dikritik dan dipertanyakan oleh siapa saja,
termasuk oleh saya dan beberapa teman lain. 
>
>Sebagai orang yang menghargai profesionalisme, saya akan mendukung
pencalonan Sonny sebagai Menteri yang sesuai dengan bidangnya, misalnya
Menteri Pendidikan atau Menteri Kebudayaan atau Ketua lembaga sejenis BP-7
(kalau akan dihidupkan lagi).  Saya mempertanyakan  etika profesionalitas
Sonny, ketika dia merubah keputusannya untuk menerima tawaran tersebut
padahal dia sendiri menganggap dirinya tidak mampu.  Yang saya perjuangkan
dengan mengritik Gus Dur atas pilihannya ke Sonny Keraf adalah prinsip
bahwa tidak semua portfolio kabinet bisa dibagi-bagi secara partisan, dan
mudah-mudahan anda sepakat dengan saya bahwa lingkungan hidup adalah salah
satu posisi yang tidak boleh dipolitisir dan dibagi-bagi atas pertimbangan
politis.
>
>Saya yakin orang tidak mau dioperasi usus buntunya (meskipun itu operasi
kecil) oleh seseorang yang bukan dokter.  Dan saya ingin menempatkan
portfolio lingkungan hidup setara dengan portfolio teknis lainnya.  Tujuan
kritikan saya agar lingkungan hidup tidak menjadi komoditi politik partisan
ternyata direspons secara sangat partisan dan negatif oleh banyak orang,
termasuk yang menyebarkan gossip yang anda dengar.
>
>Ada beberapa hal lain yang membuat saya sedih, yang saya temukan setelah
saya melancarkan kritikan ke Gus Dur, akan tetapi hal-hal itu lebih
disebabkan oleh kekecewaan saya kepada teman-teman lsm yang tiba-tiba
menjadi partisan dan sangat perhitungan dalam melancarkan kritikannya.
Kalau Habibie atau Soeharto boleh dikrtitik, tapi kalau Gus Dur jangan,
kata mereka.
>
>Sebagai informasi anda, kalaupun mbak Erna jadi Meneg LH, saya yakin saya
tidak akan ditawarkan posisi Asmen atau Deputy oleh mbak Erna, karena dia
tahu bahwa saya akan menolak.  Tahun 1991, sepulang saya dari program
Master di Boston dan ketika Bapedal baru berdiri, saya ditawarkan posisi
sebagai Sekretaris BAPEDAL oleh Ketua BAPEDAL dan dengan rendah hati saya
tolak tawaran tersebut.  Ketua BAPEDALnya pada beberapa minggu setelah saya
menolak tidak bisa mengerti dan tidak ingin bertemu saya, akibat penolakan
tersebut.  Adalah hal yang aneh kalau saya sekarang menerima tawaran
menjadi Asmen atau Deputy Meneg LH.
>
>Berhubung anda memulai diskusi ini, saya ingin menyampaikan kesedihan saya
ketika melihat Kompas melakukan manouvering yang sangat partisan dengan
menampilkan foto Emmy bersalaman dengan Gus Dur dengan caption yang salah,
dan yang hari ini sudah diralat dengan memasukkan berita bantahan Emmy.
Yang tidak membuat saya gembira membaca berita bantahan Emmy hari ini,
adalah ketika menemukan kalimat yang menempatkan Kompas sejajar dengan Pos
Kota.  Saya rasa anda harus mempelopori diskusi reflektif di dalam Kompas
agar tidak terjerumus lebih dalam dalam politik partisan.
>
>Salam - Pungki
>
>
>>>> "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]> 11/02 11:29 PM >>>
>Mas Pungki dan Mbak Emmy,
>Saya dengan rumours, sikap Anda berdua menentang Pak Sonny karena
sebelumnya sudah ada tawaran pasti, kalau Menlhnya Mbak Erna, Anda berdua
akan menjadi Deputinya. Tetapi rupanya kenyataan berbicara lain. Kayaknya
rumour seperti itu perlu diclearkan demi perjuangan LSM lingkungan. Karena
itu saya menanyakan ini kepada Anda berdua. Saya bertanya tanpa ada
pretensi apa-apa. Saya cuma tidak ingin perjuangan teman-teman LSM tidak
dihargai lagi.
>Salam,
>Harry Surjadi
>
>
















                                
>
>


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke