Mbak Erna,

Thanks for copying your em. Saya sangat mendukung ide anda untuk tetap 
merekrut eselon I dan II bersadar merit. Sebagai orang yang pernah mengecap 
jadi birokrat (meskipun titipan dari Dikbud ke Bapedal) saya dapat merasakan 
"resentment" kawan-kawan di Bapedal yang banyak lebih senior pada saat itu. 
Untung ini tidak berjalan terlalu lama. Unruk menjamin birokrasi yang kuat 
dan berkelanjutan, sebaiknya para "political appointees" mempunyai iktikad 
untuk tetap mengutamakan para professional sebagai tulangpunggung suatu 
lembaga pemerintah. Tentu saja mereka yang bersih dan mempunyai karir baik. 
Membawa "orang luar" (termasuk dari LSM) kedalam sebuah birokrasi dalam 
porsi tertentu juga perlu untuk memberikan wawasan baru yang tentunya lebih 
segar dan konstruktif. Salam dari perantauan.

Rusdian


>From: Erna Witoelar <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: Agus Purnomo <[EMAIL PROTECTED]>,[EMAIL PROTECTED], 
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [lingkungan] rumours
>Date: Thu, 04 Nov 1999 07:20:18 +0700
>
>dear Harry & Pungki,
>
>terimakasih banyak kalau anda sekalian ikut bantu menghilangkan rumours
>yang sama sekali tidak benar ini.
>
>Dari saya:
>pertama, saya tidak pernah ada deal dengan teman-teman lsm siapapun untuk
>jadi apapun, karena memang tidak pernah ada kepastian apa-apa sampai
>pengumuman susunan kabinet di TV, dimana saat itu baru saya tahu bahwa saya
>dapat portfolio Pengembangan Wilayah, dan Sony dapat LH.
>Jadi boro-boro nawarin orang saat itu, sekarangpun di Kimbangwil saya belum
>isi echelon satu ke bawah saya karena mau rekrutmen (dari kalangan
>birokrat/PT) berdasarkan merit.
>kedua, kalaupun saya jadi, saya tidak akan meminta teman-teman lsm untuk
>masuk birokrasi di bawah saya, karena lsm lebih effektif sebagai lsm, dan
>kalau pimpinannya dicomot begitu saja justru akan memperlemah lsmnya. Saya
>hanyalah harus menjadikan birokrasi lebih 'ramah lsm', dan dalam rangka
>good governance lebih transparan, accountable, partisipatif. Saya akan
>membawa birokrasi di bawah saya untuk bermitra dengan lsm (yang tetap di
>luar) dalam kapasitas dan kekuatan masing-masing lsm: ada yang policy
>development, ada yang dalam pemberdayaan masyarakat rentan, ada dalam
>monitoring & evaluasi, dll, tapi tidak masuk dalam birokrat.
>
>kira-kira begitu, saya juga masih 'berlayar sambil bikin perahu' (term yang
>teman-teman lsm kurang suka, tapi begitulah adanya).
>
>
>salam,
>
>mbak erna
>
>
>
>
>At 03:01 PM 11/3/99 +0700, Agus Purnomo wrote:
> >Mas Harry,
> >
> >Saya sedih dengan rumor dan pertanyaan semacam ini.  Jawaban singkat saya
>adalah: tidak benar hal semacam itu dijanjikan ke saya.
> >Saya tidak bisa membuktikan bahwa tawaran itu tidak pernah ada, dan
>karenanya saya akan selalu dipojokkan oleh orang-orang yang menyebar gossip
>tersebut.  Adalah hal yang sangat mudah untuk menduga bahwa penyebar gossip
>tersebut adalah pendukungnya Sonny Keraf, atau orang Katolik, atau orang
>Atmajaya atau orang Indonesia timur yang tiba-tiba memusuhi kami karena
>membahayakan posisi Sonny Keraf - padahal baik saya, Emmy maupun Ota, tidak
>pernah terlintas untuk memusuhi kelompok yang konon diwakili oleh Sonny 
>Keraf.
> >
> >Adalah keputusan Sonny Keraf sendiri untuk menerima tawaran Gus Dur
>meskipun sebelumnya dia sudah menyatakan akan menolak, sehingga seharusnya
>dia menerima resiko membohongi Emmy dan menerima tawaran pekerjaan yang
>bukan keahliannya, yaitu dikritik dan dipertanyakan oleh siapa saja,
>termasuk oleh saya dan beberapa teman lain.
> >
> >Sebagai orang yang menghargai profesionalisme, saya akan mendukung
>pencalonan Sonny sebagai Menteri yang sesuai dengan bidangnya, misalnya
>Menteri Pendidikan atau Menteri Kebudayaan atau Ketua lembaga sejenis BP-7
>(kalau akan dihidupkan lagi).  Saya mempertanyakan  etika profesionalitas
>Sonny, ketika dia merubah keputusannya untuk menerima tawaran tersebut
>padahal dia sendiri menganggap dirinya tidak mampu.  Yang saya perjuangkan
>dengan mengritik Gus Dur atas pilihannya ke Sonny Keraf adalah prinsip
>bahwa tidak semua portfolio kabinet bisa dibagi-bagi secara partisan, dan
>mudah-mudahan anda sepakat dengan saya bahwa lingkungan hidup adalah salah
>satu posisi yang tidak boleh dipolitisir dan dibagi-bagi atas pertimbangan
>politis.
> >
> >Saya yakin orang tidak mau dioperasi usus buntunya (meskipun itu operasi
>kecil) oleh seseorang yang bukan dokter.  Dan saya ingin menempatkan
>portfolio lingkungan hidup setara dengan portfolio teknis lainnya.  Tujuan
>kritikan saya agar lingkungan hidup tidak menjadi komoditi politik partisan
>ternyata direspons secara sangat partisan dan negatif oleh banyak orang,
>termasuk yang menyebarkan gossip yang anda dengar.
> >
> >Ada beberapa hal lain yang membuat saya sedih, yang saya temukan setelah
>saya melancarkan kritikan ke Gus Dur, akan tetapi hal-hal itu lebih
>disebabkan oleh kekecewaan saya kepada teman-teman lsm yang tiba-tiba
>menjadi partisan dan sangat perhitungan dalam melancarkan kritikannya.
>Kalau Habibie atau Soeharto boleh dikrtitik, tapi kalau Gus Dur jangan,
>kata mereka.
> >
> >Sebagai informasi anda, kalaupun mbak Erna jadi Meneg LH, saya yakin saya
>tidak akan ditawarkan posisi Asmen atau Deputy oleh mbak Erna, karena dia
>tahu bahwa saya akan menolak.  Tahun 1991, sepulang saya dari program
>Master di Boston dan ketika Bapedal baru berdiri, saya ditawarkan posisi
>sebagai Sekretaris BAPEDAL oleh Ketua BAPEDAL dan dengan rendah hati saya
>tolak tawaran tersebut.  Ketua BAPEDALnya pada beberapa minggu setelah saya
>menolak tidak bisa mengerti dan tidak ingin bertemu saya, akibat penolakan
>tersebut.  Adalah hal yang aneh kalau saya sekarang menerima tawaran
>menjadi Asmen atau Deputy Meneg LH.
> >
> >Berhubung anda memulai diskusi ini, saya ingin menyampaikan kesedihan 
>saya
>ketika melihat Kompas melakukan manouvering yang sangat partisan dengan
>menampilkan foto Emmy bersalaman dengan Gus Dur dengan caption yang salah,
>dan yang hari ini sudah diralat dengan memasukkan berita bantahan Emmy.
>Yang tidak membuat saya gembira membaca berita bantahan Emmy hari ini,
>adalah ketika menemukan kalimat yang menempatkan Kompas sejajar dengan Pos
>Kota.  Saya rasa anda harus mempelopori diskusi reflektif di dalam Kompas
>agar tidak terjerumus lebih dalam dalam politik partisan.
> >
> >Salam - Pungki
> >
> >
> >>>> "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]> 11/02 11:29 PM >>>
> >Mas Pungki dan Mbak Emmy,
> >Saya dengan rumours, sikap Anda berdua menentang Pak Sonny karena
>sebelumnya sudah ada tawaran pasti, kalau Menlhnya Mbak Erna, Anda berdua
>akan menjadi Deputinya. Tetapi rupanya kenyataan berbicara lain. Kayaknya
>rumour seperti itu perlu diclearkan demi perjuangan LSM lingkungan. Karena
>itu saya menanyakan ini kepada Anda berdua. Saya bertanya tanpa ada
>pretensi apa-apa. Saya cuma tidak ingin perjuangan teman-teman LSM tidak
>dihargai lagi.
> >Salam,
> >Harry Surjadi
> >
> >
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> >
> >
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke