Friends !

Saya juga "sedih" dan prihatin mendengar perkembangan terakhir tentang debat 
MenLH, Bapedal dan masalah lingkungan hidup yang tiba-tiba menjadi komoditi 
"politik" (semua dipolitisir sekarang ?).

Sebagai orang yang telah terlibat dengan isyu lingkungan sejak mahasiswa 
tahun 1974 dan mengalami susah payah bekerja di professi itu : pengajar, 
birokrat, pejabat di Bapedal, konsultan, peneliti, LSM dll sampai sekarang 
menjadi professional di sebuah lembaga internasional--tetap pada bidang 
lingkungan hidup--perkenankan saya  urun rembug :

1. LSM (Walhi dll) mempunyai hak untuk meragukan profesionalisme MenlH (SK) 
berdasarkan fakta dan objektifitas mereka dalam melihat tantangan lingkungan 
yang dihadapi masa datang. Keraguan mereka cukup beralasan. Saya sangat 
mengharapkan bahwa LSM tetap konsisten memberikan kritik MEMBANGUN kepada 
institusi lingkungan yang sekarang kebetulan dijabat oleh SK. Kritik yang 
bersifat pribadi atau SARA sebaiknya tidak dijadikan dasar.

2.Sonny Keraf (SK) , for the better or worse, saat ini "de jure dan de 
facto" adalah MenLH yang mengemban amanat dan pekerjaan sangat berat untuk 
menangani isyu lingkungan dalam masa krisis, masalah internal kelembagaan di 
LH/Bapedal yang saya yakin tidak kalah ruwetnya, ditambah lagi dengan 
kontroversi saat ini. Saya ingin mencucapkan selamat bekerja, semoga anda 
dapat mencari staff yang bersih dan professional dan berintegritas. Cuma, 
sebagai "moralis" dan filosof jujurlah pada hati nurani.

3. Rekan-rekan staff LH dan Bapedal sebaiknya berdiri (duduk juga boleh, 
tapi jangan tiduran) pada posisi netral dan professional. Menlh memerlukan 
bantuan anda, sebagai staff anda wajib membantu dalam batas-batas 
professional dan moral. Tugas yang anda hadapi akan sangat berat tetapi juga 
"rewarding" secara moral (finansial sih enggak !).

4. Selama ini saya tidak pernah meragukan KOMPAS (terutama Harry) dalam 
pemberitaan lingkungan. Saya anggap mereka banyak membantu menyebarluaskan 
isyu lingkungan dengan akurat, jujur dan professional. Cuma pemberitaan 
tentang Emmy yang bersimpuh memang agak aneh apalagi dengan caption yang 
agak tendensius dan "memihak".  Tapi ini saya lihat via internet, jadi agak 
kabur apa benar Emmy, maaf karena cuma belakangnya yang kelihatan. Kalau 
minta maaf juga nggak apa-apa, sebagai orang lebih muda dan menghadapi 
Presiden Gus Dur yang juga Kyai ternama. Tetapi JANGAN BERHENTI MENGKRITIK !

5.Kabar tentang "perceraian" LH/Bapedal mudah mudahan tidak menjadi 
kenyataan. Alangkah buruknya melihat dualisme kelembagaan lingkungan 
ditingkat pusat.Malah sebaiknya dilebur sekalian dan diperkuat menjadi suatu 
lembaga yang lebih berwibawa seperti usulan Walhi. Dewan Pembangunan 
Berkelanjutan adalah usulan yang sangat baik. Mudah mudahan tidak hanya 
menjadi hiasan.


Urun rembug ini saya kemukakan tanpa ambisi pribadi (Presiden,Wapres dan 
Menteri kan sudah terpilih), hanya berdasarkan kecintaan saya terhadap 
bidang lingkungan hidup yang sudah saya geluti (gelut disini bukan Bahasa 
Jawa yang artinya berkelahi !) sampai saat ini.

Sekarang musim gugur di Washington DC, Shenandoah Valley is "almost 
heaven...country Mamma..take me home ..." Sepanjang Bethesda merah kuning 
daun maple dan oak berguguran memenuhi halaman (dan harus disapu sendiri, 
nggak ada pembantu !).Bunyi biola musik rakyat menjerit menceritakan lagu 
tentang keindahan dan kemiskinan pegunungan Appalachian. Tetapi aneh, 
sekaligus saya sangat rindu Jakarta, kemacetan, kotor air hujan, banjir, 
udara penuh timbal dan para anggota Maling (masyarakat lingkungan) di tanah 
air. Semoga anda sekalian rukun dan saling membantu. Tantangan untuk Emmy, 
Pungky, Harry dan Sonny adalah sama  !


Rusdian Lubis
the "ronin" environmentalist
washington DC




>From: Agus Purnomo <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [lingkungan] rumours
>Date: Wed, 03 Nov 1999 15:01:49 +0700
>
>Mas Harry,
>
>Saya sedih dengan rumor dan pertanyaan semacam ini.  Jawaban singkat saya 
>adalah: tidak benar hal semacam itu dijanjikan ke saya.
>Saya tidak bisa membuktikan bahwa tawaran itu tidak pernah ada, dan 
>karenanya saya akan selalu dipojokkan oleh orang-orang yang menyebar gossip 
>tersebut.  Adalah hal yang sangat mudah untuk menduga bahwa penyebar gossip 
>tersebut adalah pendukungnya Sonny Keraf, atau orang Katolik, atau orang 
>Atmajaya atau orang Indonesia timur yang tiba-tiba memusuhi kami karena 
>membahayakan posisi Sonny Keraf - padahal baik saya, Emmy maupun Ota, tidak 
>pernah terlintas untuk memusuhi kelompok yang konon diwakili oleh Sonny 
>Keraf.
>
>Adalah keputusan Sonny Keraf sendiri untuk menerima tawaran Gus Dur 
>meskipun sebelumnya dia sudah menyatakan akan menolak, sehingga seharusnya 
>dia menerima resiko membohongi Emmy dan menerima tawaran pekerjaan yang 
>bukan keahliannya, yaitu dikritik dan dipertanyakan oleh siapa saja, 
>termasuk oleh saya dan beberapa teman lain.
>
>Sebagai orang yang menghargai profesionalisme, saya akan mendukung 
>pencalonan Sonny sebagai Menteri yang sesuai dengan bidangnya, misalnya 
>Menteri Pendidikan atau Menteri Kebudayaan atau Ketua lembaga sejenis BP-7 
>(kalau akan dihidupkan lagi).  Saya mempertanyakan  etika profesionalitas 
>Sonny, ketika dia merubah keputusannya untuk menerima tawaran tersebut 
>padahal dia sendiri menganggap dirinya tidak mampu.  Yang saya perjuangkan 
>dengan mengritik Gus Dur atas pilihannya ke Sonny Keraf adalah prinsip 
>bahwa tidak semua portfolio kabinet bisa dibagi-bagi secara partisan, dan 
>mudah-mudahan anda sepakat dengan saya bahwa lingkungan hidup adalah salah 
>satu posisi yang tidak boleh dipolitisir dan dibagi-bagi atas pertimbangan 
>politis.
>
>Saya yakin orang tidak mau dioperasi usus buntunya (meskipun itu operasi 
>kecil) oleh seseorang yang bukan dokter.  Dan saya ingin menempatkan 
>portfolio lingkungan hidup setara dengan portfolio teknis lainnya.  Tujuan 
>kritikan saya agar lingkungan hidup tidak menjadi komoditi politik partisan 
>ternyata direspons secara sangat partisan dan negatif oleh banyak orang, 
>termasuk yang menyebarkan gossip yang anda dengar.
>
>Ada beberapa hal lain yang membuat saya sedih, yang saya temukan setelah 
>saya melancarkan kritikan ke Gus Dur, akan tetapi hal-hal itu lebih 
>disebabkan oleh kekecewaan saya kepada teman-teman lsm yang tiba-tiba 
>menjadi partisan dan sangat perhitungan dalam melancarkan kritikannya.  
>Kalau Habibie atau Soeharto boleh dikrtitik, tapi kalau Gus Dur jangan, 
>kata mereka.
>
>Sebagai informasi anda, kalaupun mbak Erna jadi Meneg LH, saya yakin saya 
>tidak akan ditawarkan posisi Asmen atau Deputy oleh mbak Erna, karena dia 
>tahu bahwa saya akan menolak.  Tahun 1991, sepulang saya dari program 
>Master di Boston dan ketika Bapedal baru berdiri, saya ditawarkan posisi 
>sebagai Sekretaris BAPEDAL oleh Ketua BAPEDAL dan dengan rendah hati saya 
>tolak tawaran tersebut.  Ketua BAPEDALnya pada beberapa minggu setelah saya 
>menolak tidak bisa mengerti dan tidak ingin bertemu saya, akibat penolakan 
>tersebut.  Adalah hal yang aneh kalau saya sekarang menerima tawaran 
>menjadi Asmen atau Deputy Meneg LH.
>
>Berhubung anda memulai diskusi ini, saya ingin menyampaikan kesedihan saya 
>ketika melihat Kompas melakukan manouvering yang sangat partisan dengan 
>menampilkan foto Emmy bersalaman dengan Gus Dur dengan caption yang salah, 
>dan yang hari ini sudah diralat dengan memasukkan berita bantahan Emmy.  
>Yang tidak membuat saya gembira membaca berita bantahan Emmy hari ini, 
>adalah ketika menemukan kalimat yang menempatkan Kompas sejajar dengan Pos 
>Kota.  Saya rasa anda harus mempelopori diskusi reflektif di dalam Kompas 
>agar tidak terjerumus lebih dalam dalam politik partisan.
>
>Salam - Pungki
>
>
> >>> "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]> 11/02 11:29 PM >>>
>Mas Pungki dan Mbak Emmy,
>Saya dengan rumours, sikap Anda berdua menentang Pak Sonny karena 
>sebelumnya sudah ada tawaran pasti, kalau Menlhnya Mbak Erna, Anda berdua 
>akan menjadi Deputinya. Tetapi rupanya kenyataan berbicara lain. Kayaknya 
>rumour seperti itu perlu diclearkan demi perjuangan LSM lingkungan. Karena 
>itu saya menanyakan ini kepada Anda berdua. Saya bertanya tanpa ada 
>pretensi apa-apa. Saya cuma tidak ingin perjuangan teman-teman LSM tidak 
>dihargai lagi.
>Salam,
>Harry Surjadi
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke